Home » Ekonomi » Sekar Telkom Dukung Pengangkatan Outsourcing

Sekar Telkom Dukung Pengangkatan Outsourcing

telkomJABARTODAY.COM – BANDUNG
Keberadaan tenaga outsourcing masih menjadi salah satu isu ketenagakerjaan. Sejauh ini, banyak lembaga yang masih mempekerjakan para tenaga kerja alih daya tersebut. Satu diantaranya PT Telekomunikasi Indonesia Tbk.
 
Menanggapi masalah itu, Ketua Serikat Karyawan (Sekar) PT Telkom Tbk Syahrul Akhyar menyatakan, pada dasarnya, pihaknya mendukung adanya sistem pengangkatan tenaga kerja alih daya menjadi karyawan tetap. “Terus terang, kami prihatin. Karenanya, kami mendukung dan setuju adanya pengangkatan tenaga kerja outsourcing tersebut,” ujar Syahrul, di Kantor Pusat PT Telkom Indonesia, akhir pekan kemarin.
 
Namun, kata dia, sebaiknya, penyikapan hal tersebut secara tenang. Artinya, jelas dia, pengangkatan tenaga kerja outsourching menjadi karyawan memerlukan waktu dan proses. “Perlu perumusan yang tepat sehingga memberi dampak positif, tidak hanya bagi para tenaga kerja outsourching, tetap juga PT Telkom secara korporasi,” urai dia.
 
Menurutnya, hal itu merupakan salah satu bukti bahwa pihaknya mendukung program-program yang dapat meningkatkan kinerja dan pelayanan PT Telkom,.Bentuk dukungan lainnya, lanjut dia, pihaknya senantiasa mengingatkan jajaran direksi apabila terbit kebijakan yang sekiranya dapat berefek negatif pada perusahaan.
 
Syahrul meneruskan, bentuk berikutnya, pihaknya merespon rencana pengembangan jaringan PT Telkom ke berbagai negara. Akan tetapi, ucapnya, dalam hal ekspansi bisnis ke berbagai negara, lembaga BUMN ini membutuhkan tenaga-tenaga yang berkemampuan level tinggi. Misalnya, terang dia, mereka yang berpengalaman di beberapa negara. “Ini untuk lebih memudahkan rencana ekspansi tersebut,” jelas Syahrul.
 
Tidak hanya kinerja, aku Syahrul, pihaknya pun berkeinginan kuat untuk lebih menyejahterakan para karyawan, tidak hanya organik dan alih daya, tetapi juga para pensiunan. Memang, katanya, saat pensiun, para pensiunan itu menerima pesangon. Keinginannya, para pensiunan itu benar-benar menikmati hari tuanya tanpa memikirkan kondisi finansialnya.
 
“Mungkin saja, pesangon itu, untuk saat ini, tergolong cukup. Tapi, apakah tetap mencukupi pada 10-20 tahun mendatang? Kami kira tidak demikian karena adanya berbagai faktor seperti inflasi,” papar Syahrul. (ADR)
 

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.