Home » Bandung Raya » Ratusan Ribu Buruh Bingung Daftar BPJS Kesehatan

Ratusan Ribu Buruh Bingung Daftar BPJS Kesehatan

aksi buruhJABARTODAY.COM – BANDUNG
Sejak 1 Januari 2014, dua lembaga BUMN, yaitu PT Jamsostek (Persero) dan PT Askes resmi bertransformasi, masing-masing menjadi Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan serta Kesehatan. Namun, seiring dengan transformasi itu, ternyata, masih banyak hal yang menjadi kendala, utamanya, bagi BPJS Kesehatan, yang merupakan transformasi PT Askes.
 
Roy Jinto, Ketua DPD Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Jawa Barat, mengungkapkan, sejauh ini, masih banyak para pekerja dan buruh yang kebingungan mendaftar menjadi peserta BPJS Kesehatan. Menurutnya, sampai kini, ribuan, bahkan, mungkin, ratusan ribu pekerja serta buruh belum menjadi peserta Jaminan Pelayanan Kesehatan (JPK) semasa program itu masih dikelola PT Jamsostek. “Saya kira, persentasenya mencapai 50 persen,” ujar Roy di Bandung, Rabu (15/1/2014).
 
Dikatakan Roy, para pekerja dan buruh yang belum terdaftar sebagai peserta JPK semasa dikelola PT Jamsostek tersebut bingung dan bimbang untuk mendaftar sebagai peserta BPJS Kesehatan. Pasalnya, jelas dia, jika mendaftar secara individu, mereka berkeberatan. Permasalahannya, sambung dia, bagaimana apabila tidak sedikit perusahaan yang enggan membayarkannya iuran JPK kepada BPJS Kesehatan.
 
Menurutnya, memang, saat ini, banyak masyarakat yang antre mendaftar pada BPJS Kesehatan. Namun, kata Roy, antrean itu adalah kalangan masyarakat umum, bukan pekerja atau buruh.
 
Hal lain yang menjadi pertimbangan kalangan pekerja dan buruh, yaitu dalam hal pelayanan. Diutarakan, para pekerja dan buruh khawatir kualitas pelayanan kesehatan pasca dikelola BPJS Kesehatan tidak lebih baik daripada saat dikelola PT Jamsostek.
 
Ia mencontohkan, ketika dikelola PT Jamsostek, para pekerja dan buruh mendapat fasilitas pelayanan rumah sakit kelas II. Ketika dikelola BPJS Kesehatan, fasilitasnya turun menjadi kelas III. Padahal, imbuh dia, nilai iuran pekerja dan buruh untuk program JPK PT Jamsostek tergolong besar.
 
Roy membeberkan, pihaknya pun menerima informasi mengenai banyaknya keluhan kalangan pekerja dan buruh mengenai pelayanan kesehatan pasca transformasi BPJS. Informasinya, tutur dia, ketika menjalani perawatan, pekerja atau buruh mengeluarkan dana pribadi terlebih dahulu. Setelah itu, imbuh dia, mengajukan klaim kepada BPJS Kesehatan. “Lain halnya ketika dikelola PT Jamsostek. Para pekerja langsung mendapat pelayanan tanpa harus mengeluarkan dana,” kata Roy.
 
Melihat kondisi itu, Roy berpendapat, PT Askes selaku BPJS Kesehatan kurang siap bertransformasi. Selain itu, sahutnya, sosialisasi mengenai apa dan bagaimana BPJS Kesehatan pun masih minim. (VIL)

Komentar

komentar