
JABARTODAY.COM, BANDUNG – – Berita mengejutkan datang dari Jazirah Arab sebagaimana dilansir oleh kantor berita Al-Jazeera, Euro News, AFP dan kantor berita lainnya, yaitu serangan milisi syi’ah Yaman Houthi terhadap pusat listrik yang di antaranya mensuplai aliran listrik ke Masjid Nabawi di Madinah pada tanggal 29 September 2026. Serangan pesawat tanpa awak (drone) itu merusak salah satu transformator. Meski dibantah oleh Houthi namun bukti serangan drone Houthi sangatlah kuat. Seperti Zionis Israel yang terbiasa membantah pasca penyerangan, maka Houthi dukungan Iran ini pun melakukan hal yang sama. Telah lama Makkah dan Madinah menjadi target milisi dan negara syi’ah. Syi’ah memiliki tanah suci sendiri Karbala yang mereka anggap lebih suci daripada Makkah dan Madinah.
Proksi syi’ah Iran ini gencar menyerang berbagai fasilitas Saudi Arabia termasuk menargetkan pusat ibadah umat Islam yaitu kota Makkah dan Madinah. Tanggal 3 Oktober 2026 Houthi menyerang kilang minyak Saudi di Selatan Riyadh dengan rudal balistik dan drone.
Syekh Al Azhar Prof. Dr. Ahmad Muhammad Ath-Thayyeb mengecam keras serangan milisi syi’ah Houthi ke Madinah yang dinilai dapat mengganggu keamanan penduduk dan peziarah Masjid Nabawi serta mengotori kesucian tempat yang dimuliakan umat Islam. Provokasi milisi syi’ah Houthi harus diantisipasi meski meminta umat Islam dunia tetap bisa menahan diri. la pun mengutuk segala serangan yang menargetkan dua kota suci Makkah dan Madinah.
Di samping Al Azhar, gelombang kecaman juga terjadi di UEA, Yordania, GCC, Kuwait, Qatar, Turki, Mesir, Somalia, Pakistan, Bangladesh, Liga Arab, OKI, dan Rabithah Alam Islami. Sudan dan Aljazair melalui Kemlu masing-masing mengeluarkan sikap resmi negaranya. Serangan terhadap dua kota suci umat Islam tersebut tidak bisa ditoleransi.

Atas dasar peristiwa tersebut di atas dan mengingat semakin memburuknya situasi di Timur Tengah khususnya di Jazirah Arab yang dapat membahayakan keselamatan kota Makkah dan Madinah, maka Aliansi Nasional Anti Syi’ah (ANNAS) sebagai organisasi da’wah yang berjuang untuk menjaga akidah umat dan kemuliaan agama Islam, menyatakan sikap sebagai berikut:
Pertama, mengutuk keras serangan milisi syi’ah Houthi Yaman atas fasilitas pusat atau gardu listrik Taiba yang mensuplai aliran listrik ke masjid Nabawi di Madinah dan menilai hal ini sebagai serangan kepada dunia Islam.
Kedua, mengecam negara syi’ah Iran yang menjadikan milisi syi’ah Houthi Yaman sebagai proksi untuk mengacaukan stabilitas kawasan Timur Tengah, khususnya Jazirah Arab, serta mengarahkan target kepada dua kota suci Makkah dan Madinah.
Ketiga, mendesak agar negara syi’ah Iran menghentikan propaganda untuk mencari dukungan umat Islam dalam konflik dengan Amerika dan Israel, sementara di sisi lain negara syi’ah Iran melalui proksinya melakukan serangan ke negara-negara Islam.
Keempat, mengingatkan umat Islam Indonesia agar senantiasa mewaspadai provokasi dan gerakan syi’ahisasi yang dikendalikan oleh negara syi’ah Iran dengan memanfaatkan atau mendompleng isu konflik Iran melawan Amerika dan Israel.
Kelima, mengajak organisasi kemasyarakatan dan harokah Islam agar bersatu membangun kekuatan bersama dalam menghadapi berbagai upaya gerakan syi’ah yang tidak henti-hentinya merusak akidah, syari’ah, akhlak dan persatuan umat Islam.
Demikian Pernyataan Sikap ANNAS ini dibuat sebagai wujud tanggung jawab kepada Allah SWT dalam rangka menunaikan kewajiban ibadah, da’wah, dan jihad fii sabilillah.
Wabillahit taufik wal hidayah.
Bandung, 24 Rabiul Akhir 1448 H/6 Oktober 2026 M
Aliansi Nasional Anti Syi’ah (ANNAS) Pusat
Ketua Umum
K.H. Athian Ali M. Da’l, Lc., M.Α.
Sekretaris Umum
ANNAS
Tardjono Abu Muas





