Home » Ekonomi » KA Cianjur-Sukabumi Ditunda

KA Cianjur-Sukabumi Ditunda

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

PT Kereta Api Indonesia (Persero)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Untuk memudahkan dan melancarkan sistem transportasi di wilayah selatan Jabar, PT Kereta Api Indonesia menyusun sejumlah rancangan. Diantaranya, mengoperasikan jalur Sukabumi-Bogor, yang resmi bergulir beberapa bulan lalu.

Rencana berikutnya, mengaktifkan jalur Cianjur-Sukabumi. Awalnya, jalur Cianjur-Sukabumi beroperasi pada Januari 2015. Namun, lembaga BUMN tersebut menunda rencana tersebut. “Benar. Awalnya, jalur Cianjur-Sukabumi beroperasi 15 Januari 2014. Tapi, kami tunda,” tandas Kepala Humas PT KAI Daerah Operasional II Bandung, Jaka Jarkasih, di tempat kerjanya, belum lama ini.

Jaka menjelaskan, penundaan itu terjadi karena pihaknya bersiap mengoperasikan jalur Tawang (Semarang)-Purwokerto. Rencananya, tutur Jaka, jalur tersebut beroperasi pada Februari 2014. “Kami ingin pengoperasian Cianjur-Sukabumi bersamaan dengan Tawang (Semarang)-Purwokerto. Itu lebih efisien,” jelas Jaka yang akan segera bertugas ke Palembang.

Sebenarnya, ungkap Jaka, secara teknis, jalur Cianjur-Sukabumi sudah siap, baik segi armada, yaitu KA Pangrango, yang terdiri atas 5 rangkaian, yaitu 2 gerbong kelas eksekutif, 2 gerbong kelas ekonomi AC, dan 1 restorasi, maupun sarana pendukung lainnya, termasuk persinyalan. Meski begitu, tambah Jaka, agar lebih sempurna, pihaknya terus membahas sejumlah hal lainnya. “Antara lain, dalam hal nilai tarif tiket. Kemudian, jadwal keberangkatannya. Kami tinggal menunggu putusan pusat,” tegas Jaka.

Dia berpendapat, pada dasarnya, potensi Cianjur-Sukabumi tergolong besar. Pasalnya, jelas dia, pada jalur itu, terdapat kawasan megalitikum, yaitu Gunung Padang. Itu, jelasnya, dapat menjadi daya tarik. Selain itu, imbuhnya, juga sebagai sebuah solusi untuk mengatasi kepadatan jalur darat.

Melihat potensi itu, cetus Jaka, pihaknya memproyeksikan okupansi yang cukup tinggi. Target okupansi jalur Cianjur-Sukabumi, beber Jaka, yaitu sekitar 300 orang penumpang setiap rangkaiannya.

Ternyata, rencana Cianjur-Sukabumi itu mendapat respon positif. Pihaknya, aku Jaka, mendapat banyak permintaan mengenai aktivasi jalur Bandung-Cianjur. Karenanya, berkaitan dengan permintaan tersebut, sahut Jaka, pihaknya harus melakukan berbagai persiapan.

Persiapannya, ucap Jaka, antara lain secara teknis, misalnya mempersiapkan armada, seperti lokomotif yang tepat dan jumlah rangkaiannya. Itu karena, terang dia, jalur Bandung-Sukabumi terdapat tanjakan yang cukup tajam. “Artinya, persiapan itu tidak hanya soal kenyamanan, tetapi juga keamanannya,” ujar dia.

Seandainya Bandung-Cianjur dan Cianjur-Sukabumi benar-benar beroperasi secara penuh, seru Jaka, hal itu dapat menjadi alternatif untuk rute Jakarta-Bandung. Artinya, jelas Jaka, akan ada dua rute Bandung-Jakarta. “Pertama, melalui jalur yang selama ini dilintasi KA Argo Parahyangan. Kedua, melalui Cianjur. Jalur melalui Cianjur itu pun menjadi solusi kepadatan lalu lintas yang frekuensinya kian tinggi,” tutup Jaka. (VIL)

Komentar

komentar