Home » Bandung Raya » Kota Bandung Genjot Infrastruktur

Kota Bandung Genjot Infrastruktur

gapensiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Ketersediaan sarana infrastruktur memiliki peran penting dalam menunjang berbagai aktivitas, termasuk menggerakkan roda ekonomi, sekaligus meningkatkan merk dagang sebuah kawasan. Dasar itu yang membuat Kota Bandung pada beberapa tahun mendatang bersiap menggenjot pembangunan berbagai sarana infrastruktur.

Diperkirakan, biaya pembangunan konstruksi kota berjuluk Parisj van Java pada tahun-tahun mendatang lebih besar daripada tahun ini. “Saya kira, pastinya, alokasi dana pembangunan konstruksi Kota Bandung pada tahun depan lebih besar,” ujar Ketua Badan Pengurus Cabang Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia Kota Bandung, Deden Y Hidayat, dalam pertemuan BPC GAPENSI Kota Bandung di Hotel Horison, Jalan Pelajar Pejuang 45 Bandung, Kamis (19/12).

Deden mengatakan, lebih besarnya anggaran dana pembangunan itu karena pada 2016, Jawa Barat menjadi tuan rumah ajang Pekan Olah Raga Nasional (PON). Menurutnya, pada ajang itu, 90 persen aktivitas agenda olah raga tersebut berlangsung di Kota Bandung.

Melihat kondisi itu, ucapnya, tidak heran, apabila pada 2014-2015, Kota Bandung terus berbenah. Deden menyatakan, pembangunan konstruksi pada 2014-2015 itu meliputi sarana infrastruktur. “Misalnya, ruas jalan, venue, dan sebagainya. Itu didasari oleh adanya keinginan agar pelaksanaan PON 2016 di Jabar berlangsung optimal,” ucap Deden.

Selain itu, tambahnya, pengembangan dan pembangunan infrastruktur Kota Bandung itu pun dapat bermakna lain. Artinya, jelas Deden, ajang PON 2016 menjadi momentum Kota Kembang untuk lebih dikenal publik negara ini. Bagaimana tidak, sahut Deden, pada 2016,  Kota Bandung menjadi perhatian nasional karena menjadi ibu kota Jabar selaku penyelenggaran PON. “Karenanya, Bandung perlu memiliki konsep arah pembangunannya, termasuk dalam bidang konstruksi dan infrastruktur,” sahut dia.

Mengenai ruas jalan, Deden berpendapat, khusus Kota Bandung, sulit untuk melakukan penambahan panjang. Umumnya, kata dia, adalah  bersifat revitalisasi. Seandainya ada penambahan, itu pun tidak banyak. Misalnya, terang dia, membuka akses menuju beberapa titik, yang memang untuk memudahkan transportasi ketika ajang PON 2016 bergulir. Meski begitu, imbuh dia, pastinya, kehadiran akses-akses baru itu dapat memberi manfaat dan nilai tambah bagi Kota Bandung untuk masa mendatang.

 

Di tempat yang sama, Ketua Badan Pengurus Pusat GAPENSI, Ahmad Hanafiah, menambahkan, secara nasional, nilai proyek konstruksi pada tahun depan lebih besar daripada tahun ini. Abo, sapaan akrabnya, mengungkapkan, tahun depan, nilai proyek konstruksi yang bersumber pada APBN, APBD, swasta, dan investor asing, mencapai ratusan triliun.

Nilainya, sebut Abo, sekitar Rp 400 triliun. Dasarnya, adanya potensi pembangunan beberapa sarana infrastruktur, seperti jalan, bandara, pelabuhan, dan sektor lainnya pada periode tersebut. Perkiraannya, tahun depan, terserap 75 persen pelaku jasa konstruksi local. Sisanya, kemungkinan besar terserap kontraktor asing, seperti asal Cina, Jepang, dan Korea.“Tahun ini, nilai proyek pengerjaan konstruksi sebesar Rp 375 triliun. Penyerapannya sekitar 90 persen. Sisa proyek yang belum terserap, teralihkan pada periode 2014,” pungkas mantan Ketua Badan Pengurus Daerah GAPENSI Jabar tersebut. (VIL)

Komentar

komentar

Leave a Reply

Your email address will not be published.