Home » Ekonomi » Perbankan Syariah Tumbuh Perlahan

Perbankan Syariah Tumbuh Perlahan

bank-bjbJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sejak beberapa tahun terakhir, sektor perbankan syariah menjadi salah satu bagian dalam mendorong laju pertumbuhan ekonomi. Hal itu pun terjadi di Jawa Barat. Namun, sejauh ini, pertumbuhan perbankan berbasis syariah di Jabar, belum terlalu signifikan.

Data Bank Indonesia (BI) menunjukkan, perbandingan pangsa pasar antara perbankan syariah dan total aset perbankan di wilayah Jabar masih sebesar 6,6%. Hingga kuartal III 2013, di Jabar, aset perbankan mencapai Rp 374,9 triliun atau naik 18,1% lebih tinggi daripada periode yang sama tahun sebelumnya.
Khusus perbankan syariah, penghimpunan dana serta pangsa pasarnya, hanya sekitar 6%. Sementara dalam hal pembiayaan syariah, data otoritas perbankan tersebut menunjukkan angka 7,6%.
Menurut Kepala Kantor BI Wilayah VI Jabar-Banten Dian Ediana Rae, pertumbuhan penyaluran pembiayaan bank syariah di tatar Pasundan mengalami perlambatan. Dikatakan, pada semester I, penyaluran pembiayaan skema syariah naik 35,1%. Sayangnya, pada triwulan III, melemah. “Pertumbuhannya menjadi 30,1% atau secara nominal Rp 19,5 triliun,” sebut Dian, Sabtu (16/11).
Perlambatan pertumbuhan perbankan syariah pun terjadi pada penghimpunan dana. Dian mengatakan, selama Januari-September 2013, penghimpunan dana perbankan syariah naik 20,7%. Sebenarnya, pendapat Dian, perbankan syariah dapat menumbuhkan penghimpunan dananya hingga 24,8% atau mencapai Rp 1,3 triliun.
Direktur Utama PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Syariah atau bank bjb Syariah, A. Riawan Amin, mengimbuhkan, sebenarnya, pasar syariah sudah terbentuk. Indikatornya, jelas dia, perbankan syariah sudah menjadi opsi masyarakat. Itu terjadi, terangnya, karena adanya beberapa keunggulan perbankan syariah.
Meski  begitu, aku Riawan, hingga kini, jika mengacu pada jaringan dan jumlah unit kantor operasional perbankan syariah, angkanya masih kecil, Hingga kini, kata dia, di Indonesia, terdapat kira-kira 30 ribu titik total perbankan. “Tapi, khusus perbankan syariah, masih sedikit, sekitar 2 ribu titik,” sahutnya.
Karenanya, cetus dia, agar lebih berkembang, perbankan syariah perlu melakukan berbagai hal. Antara lain, pemanfaatan teknologi, semisal mobile banking. “Itu (mobile banking) yang kini kami kembangkan agar akses lebih meluas,” tutup Riawan seraya menyebutkan, bahwa pihaknya memiliki aset Rp 4,6 triliun, dan prediksinya, meraih pendapatan laba Rp 21,5 miliar. (VIL)

Komentar

komentar