Home » Ekonomi » Jabar Belum Miliki Koperasi Kelas Dunia

Jabar Belum Miliki Koperasi Kelas Dunia

Kepala Dinas KUMKM Jabar, Anton Gustoni.

Kepala Dinas KUMKM Jabar, Anton Gustoni.

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Hingga kini, di negara mana pun, koperasi menjadi bagian penting dalam menggerakkan roda ekonomi. Itu terlihat pada menggeliatnya ekonomi negara-negara besar, yang ternyata, penggeraknya adalah koperasi.

“Memang benar. Koperasi punya peran penting. Tapi, hingga kini, jumlah koperasi berskala dunia hanya sekitar 300 unit. Indonesia, termasuk Jawa Barat, hingga saat ini, belum punya koperasi skala dunia,” ujar Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro, Kecil, Menengah Jabar Anton Gustoni, dalam kegiatan Gerakan Masyarakat Sadar Koperasi bertema Sosialisasi UU 17/2012 Tentang Perkoperasian di Hotel Karang Setra Bandung, Rabu (13/11).

Anton meneruskan, melihat kondisi itu, pihaknya bertekad dan melakukan berbagai upaya untuk terus mengembangkan sekaligus melahirkan koperasi hingga berskala dunia. “Apalagi, ajang AEC (ASEAN Economic Community) akan bergulir 2015 nanti. Tentunya, persaingan makin ketat. Karenanya, perlu persiapan matang,” sambung Anton.

Agar lebih efektif, tuturnya, pemerintah menerbitkan UU No 17/2012 tentang Perkoperasian. Regulasi itu dapat membuat koperasi lebih berdaya saing. Pasalnya, jelas dia, berdasarkan UU itu, ada spesialisasi koperasi. Antara lain, koperasi produksi, koperasi konsumsi, koperasi jasa, dan koperasi simpan pinjam.

UU No 17/2012, tambahnya, juga membuat koperasi lebih terlembagakan. Terbitnya regulasi itu, diharapkan menjadi revitalisasi orientasi koperasi. Serta meningkatkan kesadaran generasi muda menumbuhkembangkan koperasi. “Juga, ada bimbingan teknis berkala bagi pelaku KUMKM, dan mendorong koperasi sebagai lembaga mandiri, sehat, modern,” sahut Anton.

Mengenai perkembangan koperasi dan UMKM, Anton mengutarakan, tahun lalu, di Jabar, sektor ini berkontribusi 53,75% bagi PDRB, mengungguli sektor usaha besar, sebanyak 47,45%.

Sektor itu pun, ungkapnya, menyerap tenaga kerja sebanyak 13.966.247 orang. Jumlah itu jauh melebihi penyerapan tenaga kerja pada usaha skala besar, sebanyak 2.149.310 orang.

Lalu, berapa jumlah koperasi di Tatar Pasundan? Anton menyebut, jumlahnya sebanyak 24.916 unit, anggotanya 5.280.700 orang. Namun, koperasi yang aktif sebanyak 14.042 unit. “Koperasi yang melaksanakan RAT (Rapat Anggota Tahunan) Tahun Anggaran 2012, mencapai 5.136 unit. Volume usahanya Rp 10.8 triliun,” tutup Anton. (VIL)

Komentar

komentar