Home » Ekonomi » Kadin Fokus Kembangkan SDM

Kadin Fokus Kembangkan SDM

Kadin JabarJABARTODAY.COM – BANDUNG

Tingkat persaingan semakin ketat ketika era pasar bebas bergulir. Saat ajang ASEAN-China Free Trade Area bergulir beberapa tahun silam, ketatnya persaingan makin terasa. Itu terlihat pada semakin banyaknya produk-produk Cina yang beredar pada pasar domestik.

Pada 2015, persaingan kian ketat. Pasalnya, saat itu, Indonesia terlibat dalam kesepakatan kerjasama antarnegara ASEAN, yaitu ASEAN Economy Community. “Saat itu, persaingan tidak hanya produk, tetapi juga sumber daya manusia (SDM), dalam hal ini, tenaga kerja,” ujar Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat, Agung Suryamal Soetisno, di Sekretariat Kadin Jabar, Komplek Surapati Core, Kamis (7/11).

 

Agung meneruskan, melihat kondisi itu, pihaknya, yang pada 9-10 Desember 2013 di Hotel Grand Royal Panghegar, Jalan Merdeka Bandung, menggulirkan Musyawarah Provinsi VI Kadin Jabar, yang agendanya memilih ketua beserta jajaran pengurus periode 2013-2018, fokus pada pengembangan sekaligus pemerkuatan kualitas SDM.

 

         
Untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas SDM, Agung menyatakan, pihaknya menyiapkan beberapa strategi. Di antaranya, jelas dia, membangun pusat pelatihan. Kemudian, sambungnya, menjalin kerjasama dengan lembaga lain dalam hal sertifikasi profesi, tidak hanya bagi pekerja profesi, tetapi juga perusahaannya. “Misalnya, kerjasama dengan Sucofindo,” ucap Agung.

 

         
Sertifikasi itu, terang Agung, perlu agar SDM-SDM lokal tidak tergerus oleh para pekerja asing, yang tidak tertutup kemungkinan bekerja di Indonesia termasuk Jabar. Kemungkinan itu, lanjutnya, terjadi karena Filipina, contohnya, melakukan persiapan begitu matang untuk menyikapi AEC 2015. “Para tenaga kerjanya, selain bersertifikat, juga mempelajari berbagai bahasa negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia. Ini berarti sebuah tantangan yang tidak ringan,” paparnya.

 

         
Hal senada diungkapkan Wakil Ketua Steering Commitee Musprov VI Kadin Jabar, Januar P Ruswita. Menurutnya, negara ini, termasuk Jabar, punya pengalaman kurang baik berkenaan dengan perdagangan bebas. Itu terjadi, sahutnya, pada 2010.“Saat itu, banyak pengusaha tidak siap bersaing. Jadi, seluruh stake holder wajib mewaspadai AEC 2015. Itu karena, yang terjadi tidak hanya lalu lintas barang tetapi tenaga kerja. Apabila tidak siap, situasinya dapat seperti tiga tahun silam,” tutup Januar.  (VIL)

Komentar

komentar