Home » Ekonomi » Elpiji Naik, Pelaku UMKM Terdesak

Elpiji Naik, Pelaku UMKM Terdesak

elpijiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Beban masyarakat semakin berat usai kenaikan harga bahan bakar minyak bersubsidi, pasalnya PT Pertamina segera kembali mengajukan usul kenaikan harga jual LPG non-subsidi berukuran 12 kilogram.

Beberapa waktu lalu, Direktur Utama PT Pertamina, Karen Agustiawan, mengutarakan, pada Oktober-November, pihaknya bersiap mengajukan usul kenaikan harga komoditi itu sekitar Rp 2.116,7 per kilogram atau 36,2%.

Meski begitu, kalangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah meminta adanya penundaan kenaikan harga elpiji 12 kilogram, setidaknya, hingga 2014. “Kenaikan itu dapat berpengaruh pada bisnis para pelaku UMKM. Jadi, saya kira, lebih baik, tunda rencana itu sampai 2014,” usul Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Jawa Barat Bidang UMKM, Iwan Gunawan, Senin (19/8).

Iwan berpandangan, naiknya harga elpiji 12 kilogram dapat membuat beban pelaku UMKM, yang sampai kini masih harus kerja ekstra keras menyikapi naiknya harga BBM. Ia berpendapat, naiknya harga BBM subsidi melemahkan pergerakan pasar dan bisnis.

“Efek kenaikan BBM bersubsidi membuat permintaan pasar melemah sebagai efek turunnya daya beli masyarakat,” terangnya.

Iwan menilai, jika harga elpiji 12 kilogram benar-benar naik, sektor industri makanan dapat terpukul. Penyebabnya, sebut Iwan, elpiji berkontribusi cukup besar pada komponen biaya produksi. (VIL)

Komentar

komentar