Home » Ekonomi » Ini Dia Komoditi Pangan Yang Rentan Inflasi

Ini Dia Komoditi Pangan Yang Rentan Inflasi

daging sapiJABARTODAY.COM – BANDUNG

Sebenarnya, sebelum naiknya harga bahan bakar minyak bersubsidi, harga jual beberapa komoditi pangan mengalami kenaikan. Apalagi, usai pemerintah menetapkan harga baru BBM bersubsidi jenis premium dan solar, makin bertambah komoditi yang harganya meningkat.

“Memang, harga beberapa barang kebutuhan pokok naik. Antara lain, sayuran, telur, daging sapi, dan ayam,” ujar Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Barat, Ferry Sofwan Arief, saat memantau harga kebutuhan pokok di Pasar Ancol Bandung, Selasa (25/6).

Ferry meneruskan, harga jual sejumlah kebutuhan pokok pasca kenaikan harga BBM bersubsidi tergolong rentan inflasi. Pasalnya, dalam beberapa hari mendatang, masyarakat akan menghadapi bulan suci Ramadhan.

Komoditi yang rentan inflasi, seperti diutarakan Ferry, yakni holtikultura, seperti sayuran, beras, dan sebagainya, belum daging-dagingan. Sedangkan produk pabrikan, semisal terigu, minyak goreng, margarin, mengalami kenaikannya sekitar 5%.  “Pada dasarnya, untuk kebutuhan pokok masyarakat, kondisinya mencukupi dan mencapai dua kali lipat,” terang Ferry.

Akan tetapi, lanjut Ferry, adanya kenaikan harga BBM, lalu momen jelang Ramadhan, Idul Fitri, ditambah tahun ajaran baru, daya beli masyarakat melemah. “Akibatnya, pembelian oleh konsumen, baik pada level pasar tradisional maupun modern, cenderung turun,” paparnya.

Berkenaan dengan sedikit lesunya penjualan, hal itu diakui pedagang sayur Pasar Ancol, Wawan. Ia menilai hal ini terjadi karena kenaikan harga sayur masih tinggi.

Contoh komoditi sayur yang naik harga, yakni cabai tanjung, yang harga perkilonya Rp 50 ribu. “Untuk cabai keriting, harga jualnya sekitar Rp 20 ribu/kg. Sementara tomat, harganya sekitar Rp 6 ribu/kg,” imbuh Wawan.

Hasil pemantauan menunjukkan, harga jual daging ayam, saat ini, senilai Rp 32.000/kg. cabai merah naik Rp 3.000/kg menjadi Rp 45.000/kg. Lalu, telur yang kini harganya Rp 20.000/kg atau naik Rp 1.500/kg. (VIL)

Komentar

komentar