Home » Ekonomi » Pengadaan KRL Perlu Pertimbangan Matang

Pengadaan KRL Perlu Pertimbangan Matang

simply-san-juan.com

simply-san-juan.com

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Belum lama ini, pemerintah berencana mengoperasikan Kereta Rel Listrik di Bandung dengan rute Padalarang-Cicalengka, seperti yang telah dilakukan di Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi dan Yogyakarta.

Sistem elektrifikasi jalur kereta yang memerlukan dana Rp 1,7 triliun tersebut, pelaksanaan tender konstruksi dan basic design-nya akan dilakukan pada 2014. Tahun berikutnya, akan diadakan konstruksi fisik sekitar 30 bulan.

Menanggapi itu, Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasional II Bandung, Bambang S. Prayitno, mengatakan, pada dasarnya, pihaknya mendukung rencana tersebut. Menurutnya, pemakaian elektrifikasi, secara ekonomi, lebih efisien. “Biaya perawatan pun lebih rendah. Juga ramah lingkungan,” ujar Bambang, Rabu (5/6).

Pada dasarnya, seperti diutarakan Bambang, sebagai operator pihaknya siap menjalankan rencana itu. Namun, harus ada kesiapan pemerintah dalam hal penyediaan infrastrukturnya.

Bambang berpendapat, ada yang harus mendapat perhatian dalam pengoperasian KRL itu, diantaranya penggunaan jalur. “Baiknya, ada pemisahan jalur KA, antara KA komuter dan KA jarak jauh,” tukasnya.

Idealnya, lanjut Bambang, jika melintasi Kota Bandung, yang harus diperhatikan adalah pintu perlintasan sebidang. Pasalnya, jika KRL beroperasi, otomatis traffic bertambah.

“Akan terjadi peningkatan frekuensi penutupan pintu perlintasan sekitar setiap 2-3 menit. Saat ini, rata-rata setiap 30 menit,” tuturnya.

Jika itu terjadi, tidak tertutup kemungkinan kepadatan dan kemacetan lalu lintas semakin tinggi, mengingat ruas jalan di Kota Bandung pendek-pendek. Hal lainnya, dalam traffic seperti saat ini, cukup kerap terjadi kecelakaan pada perlintasan sebidang.

“Maka itu, untuk merealisasikannya perlu pertimbangan dan pemikiran yang matang. Hal itu untuk meminimalisir efek beroperasinya KRL tersebut,” tegas Bambang.

Ia mengusulkan, untuk menyikapi masalah perlintasan sebidang tersebut, alangkah baiknya dengan menggunakan underpass atau fly over. “Tujuannya, lebih pada keamanan, kenyamanan, serta kelancaran,” tandasnya. (VIL)

Komentar

komentar