
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Perkembangan ekonomi yang berlangsung pada tahun ini, berpotensi menyebabkan terjadinya perlambatan pertumbuhan. Terbitnya putusan tentang harga jual Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis premium dan solar, yang mengikuti harga pasar, ditambah beragam kenaikan harga lainnya, semisal elpiji 12 kilogram, tarif dasar listrik (TDL), dan sebagainya, termasuk melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dapat membuat terjadinya inflasi sehingga daya beli masyarakat turun.
Bagi sektor industri, termasuk otomotif, kondisi itu pun cukup berpengaruh. Hal itu terlihat pada kecenderungan merosotnya angka penjualan dalam dua bulan pertama tahun ini. Data Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) menunjukkan, penjualan seluruh varian dan merek sepeda motor periode Januari-Februari 2015 sebanyak 1.058.874 unit. Angka itu lebih kecil daripada pencapaian periode sama 2014, yang jumlahnya 1.258.447 unit.
Melihat kondisi itu, industri otomotif, khususnya, sepeda motor, berharap, pencapaian kinerja tahun ini, minimalnya seperti tahun lalu. “Kalau bicara harapan, tentunya, terjadi pertumbuhan. Tapi, jika memperhatikan kondisi terkini, sepertinya cukup berat. Minimalnya, penjualan stabil, seperti tahun lalu,” tandas Manajer Promosi PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI) Jabar, Yurri Pribadi, pada sela-sela Yamaha Tour de Soul 2015 Jakarta-Bali di Yamaha Merdeka, Jalan Merdeka Bandung, belum lama ini.
Komentar Yurri cukup beralasan. Hal itu terlihat pada pencapaian total penjualan PT YMKI dalam 2 bulan terakhir. Data AISI menunjukkan, total penjualan Yamaha periode Januari-Februari 2015 sebanyak 291.083 unit. Sedangkan periode sama 2014, sejumlah 388.034 unit.
Tidak hanya Yamaha, data AISI menggambarkan bahwa penjualan merek lainnya pun mengalami kemerosotan pada periode Januari-Februari 2015. Data menunjukkan, total penjualan PT Astra Honda Motor (AHM) pun turun. Periode Januari-Februari 2015, total penjualan PT AHM mencapai 716.823 unit. Sementara dua bulan pertama 2014, sebanyak 797.747 unit.
Meski demikian, tegas Yurri, pihaknya tetap optimis mampu mencatat pertumbuhan penjualan pada tahun ini. Beragam strategi pun, ungkap dia, disiapkan. Satu di antaranya, tuturnya, merangkul komunitas sepeda motor. Jurus lainnya, lanjut dia, melakukan turing menggunakan produk terkininya, All New Yamaha Soul GT 125 cc.
Menurutnya, pihaknya menggelar ajang yang diikuti puluhan peserta berbagai kalangan, antara lain blogger, Yamaha Riders Federation Indonesia (YRFI), dan komunitas, itu sebagai salah satu upaya sosialisasi produk terkini Yamaha. Selain itu, ucapnya, juga menunjukkan bahwa pihaknya memang memiliki produk berkualitas. “Tidak hanya berkaitan dengan responsivitas mesin, tetapi juga daya tahan dan kehematan konsumsi bahan bakarnya,” ujar dia. (ADR)





