
Satu di antaranya tercermin pada raupan laba. “Hingga September tahun ini, kami membukukan laba bersih senilai Rp 864 miliar. Angka itu lebih tinggi 20,6 persen daripada realisasi September 2014,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan, pada Analyst Meeting Triwulan III di Ritz Carlton Hotel Pasific Jakarta, Kamis (29/10).
Irfan mengemukakan, naiknya laba bersih itu, utamanya bersumber pada pendapatan bunga bersih yanh naik 8,4 persen dan fee based income yang tumbuh 47,4 persen.
Pertumbuhan pun, lanjut dia, terjadi pada dana pihak ketiga (DPK). Hingga September 2015, sebut Irfan, total DPK mencapai Rp 81,9 triliun. Jumlah itu, terangnya lebih besar 26,8 persen daripada realisasi September tahun sebelumnya.
Begitu pula dalam hal penyaluran kredit. Hingga triwulan III tahun ini, ungkap Irfan, pihaknya sukses menggelontorkan kredit bernilai Rp 54,5 triliun. Penyaluran kredit tertinggi, tambahnya, yaitu kredit konsumer sejumlah Rp 37,2 triliun.
Tidak hanya DPK dan kredit, imbuha Irfan, pihaknya pun sukses melakukan credit recovery program. Caranya, tutur dia, menekan Non-Performing Loans (NPL) menjadi 3,5 persen. “Itu berkat prinsip kehati-hatian yang kami terapkan ditambah oleh adanya pembinaan dan monitoring para debitur,” jelas Irfan.
Soal asset, Irfan menyatakan, hingga September tahun ini, pihaknya memiliki total asset bernominal Rp 95,6 triliun. Angka itu, sambungnya, lebih tinggi 21,5 persen daripada realisasi September 2014. (ADR)





