Triwulan I, Danamon Raup Untung Rp 687 Miliar

Sng Seoh Wah, Dirut PT Bank Danamon Indonesia (jabartoday.com/net)
Sng Seoh Wah, Dirut PT Bank Danamon Indonesia
(jabartoday.com/net)

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Kendati kondisi ekonomi nasional sejak awal 2015 diprediksi banyak kalangan terpengaruh oleh terbitnya beragam perubahan, termasuk kebijakan, semisal fluktuatifnya harga bahan bakar minyak (BBM), melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), kenaikan harga jual elpiji 12 kilogram, dan sebagainya, ternyata, PT Bank Danamon Indonesia Tbk tetap menunjukkan stabilitas kinerja yang positif.

Itu terlihat pada pencapaian lembaga perbankan swasta tersebut pada periode Januari-Maret 2015. Pada periode tersebut, PT Bank Danamon Indonesia sukses mencatat kinerja yang positif. “Sebagai contohnya, adalah penyaluran kredit. Total kredit hingga periode tersebut, nilainya mencapai Rp 135,7 trliiun,” tandas Direktur Utama PT Bank Danamon Indonesia, Sng Seow Wah, dalam rilisnya, Sabtu (18/4).

Sng Seoh Wah melanjutkan, nilai kredit tersebut terdiri atas kredit usaha mikro yang penyalurannya melalui Danamon Simpan Pinjam (DSP). Nilainya, sebut dia, sebanyak Rp 18.2 triliun. Lalu, kata dia, kredit bagi sektor usaha kecil dan menengah (UMKM). Angkanya, lanjut Sng Seoh Wah, sebanyak Rp 21 triliun. “Secara total, segmen UMKM punya andil besar dalam penyaluran kredit kami, yaitu 29 persen,” tuturnya.

Kenaikan pun, lanjutnya, terjadi pada kredit komersial, yaitu sebesar 11 persen lebih tinggi daripada pencapaian periode sama 2014. Jumlah penyalurannya, imbuh Sng Seoh Wah, menjadi Rp 15 triliun. Sementara kredit korporasi, ucapnya, sebanyak Rp 16,4 triliun. Sementara pembiayaan perdagangan, pertumbuhannya 24 persen yaitu menjadi Rp 24 triliun..

Kredit otomotif, yang penyalurannya melalui anak perusahaan, PT Adira Finance, juga positif. Sng Seoh Wah menyebutkan, nilai pembiayaan atau kredit kendaraan hingga Maret 2015, nilainya Rp  48,2 triliun.

Begitu pula dalam hal asuransi, katanya, melalui Adira Insurance, pihaknya mencatat premi bruto Rp 433 miliar. “Yang mengalami peningkatan signifikan yaitu premi non-otomotif, sebesar 11 persen atau menjadi Rp 162 miliar,” ungkapnya.

Terciptanya pertumbuhan kredit itu, sahut Sng Seoh Wah, juga diimbangi oleh tingkat Non-Performing Loans (NPL) yang terjaga. Hingga Maret 2015, seru Sng Seoh Wah, pihaknya mencatat NPL sebesar 2,5 persen.

Dalam hal funding, tambahnya, pihaknya pun bertumbuh. Untuk Current Account and Saving (CASA), yaitu dana murah yang terdiri atas giro serta tabungan, tumbuhnya 15 persen. Nilainya, naik menjadi Rp 54 triliun. Itu terdiri atas giro sebesar Rp 22,4 triliun, tabungan Rp 28,3 triliun. Untuk dana mahal, yaitu deposito, imbuh dia, naik menjadi Rp 62,6 triliun. Ini berarti, terangnya, total dana pihak ketiga (DPK) sebanyak Rp 143,3 triliun.

Efek terciptanya berbagai pertumbuhan tersebut, jelasnya, membuat pihaknya sukses mencatat keuntungan yang besar. Setelah potong pajak, bebernya, pihaknya menorehkan laba bersih senilai Rp 687 miliar. “Rasio Kecukupan Modal (CAR) berada pada level 18,8 persen,” tutupnya.  (ADR)

Related posts