TPAKD siap Perluas Akses KUR

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Hingga kini, banyak hal yang masih menjadj kendala para pelaku usaha, utamanya, sektor usaha mikro, kecil, dan menengah. (UMKM). Satu di antaranya dalam hal pembiayaan. Padahal, UMKM punya peran strategis dan penting dalam menunjang laju pertumbuhan ekonomi, termasuk di Jabar.

Karena itu, pemerintah menggulirkan beragam program yang berkaitan dengan skema pembiayaan bagi UMKM. Antara lain yaitu program Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Di Jabar, Pemerintah Provinsi (Pemprov). Jabar melakukan upaya-upaya agar KUR dapat terserap lebih merata, tidak hanya dirasakan para pelaku UMKM, tetapi juga Tenaga Kerja Indonesia (TKI). salah satu langkahnya mengukuhkan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Jabar.

“Tim ini siap mendorong  perbankan untuk memperluas dan mempercepat akses KUR bagiTKI yang disediakan pemerintah,” tandas Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jabar, Iwa Karniwa.

Menurutnya, perluasan akses KUR ini perlu mengingat para calon TKI butuh biaya dan ongkos kerja. Misalnya, kata dia, pembiayaan penempatan ke negara tujuan, yang nilainya sekitar Rp 13-17 juta per orang. Jadi, tuturnya, perluasan akses ini dapat mempermudah para TKI memperoleh KUR.

Dijelaskan, di Jabar, terdapat 9 kantong TKI. Yaitu, tukasnya, Indramayu, Sukabumi, Subang, Karawang, Cirebon, Cianjur, Kabupaten Bandung Barat (KBB), dan Kabupaten Bandung.

Iwa melanjutkan, melalui KUR TKI, para pahlawan devisa tersebut dapat memperoleh pembiayaan maksimal Rp 25 juta dan bersuku bunga efektif 9 persen. Saat ini, ucap Iwa, ada beberapa perbankan penyalur KUR. Yakni, ungkapnya, PT Bank Mandiri Tbk, PT Bank Negara Indonesia (BNI) Tbk, PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) Tbk, May Bank, dan Bank Sinarmas.

Sementara iti, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Regional Jabar, Sarwono, menambahkan, sejauh ini, di antara lembaga-lembaga perbankan penyalur KUR itu, baru 2 perbankan yang menyalurkan skema pembiayaan program pemerintah itu. “Kedua bank itu BRI dan Bank Sinarmas,” sebutnya.

Namun, imbuhnya, tingkat penyalurannya masih rendah. Masing-masing, penyalurannya sekitar Rp 60 juta dan Rp 6.823 juta.

Sarwono mengakui bahwa hingga kini, minimnya akses pembiayaan itu menyebabkan para TKI memilih lembaga dan skema pembiayaan alyernatif yang lebih mudah dan cepat kendati bersuku bunga tinggi. Untuk itu, seru Sarwono, TPAKD siap mendorong lembaga-lembaga perbankan penyalur KUR supaya lebih meningkatkan pembiayaan, khususnya kepada TKI melalui program KUR TKI. (ADR)

Related posts