Home » Hukum » Timah Panas Hentikan Aksi Kelompok Curanmor

Timah Panas Hentikan Aksi Kelompok Curanmor

JABARTODAY.COM – BANDUNG Petualangan komplotan pencuri kendaraan bermotor asal Cianjur harus berakhir di tangan polisi. Bahkan, hadiah timah panas diberikan kepolisian karena kenekatan pelaku melawan petugas saat akan diringkus.

Dua pelaku yang berperan sebagai pemetik, DH (35) dan DI (32), harus merelakan kaki mereka tertembus peluru, saat akan diamankan oleh anggota Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung. “Saat hendak ditangkap, keduanya mencoba melarikan diri sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas dengan tembakan peringatan. Tapi tidak diindahkan, akhirnya anggota menembak kaki tersangka,” ujar Kepala Polrestabes Bandung Komisaris Besar Hendro Pandowo, di Mapolrestabes Bandung, Senin (9/1).

Selain keduanya, polisi juga menangkap DJ (30) yang berperan sebagai pemantau, dan JA (40), sebagai penadah. Kelompok ini telah beraksi di lebih 70 tempat kejadian perkara (TKP) wilayah Bandung Raya,

Pengungkapan pelaku spesialis curanmor itu dilakukan berdasarkan laporan polisi nomor: LP/321/XII/2016/JBR/Restabes/Sektor Bandung Kulon pada Sabtu 31 Desember lalu. Korban Asep Saepul melaporkan telah kehilangan sepeda motor Yamaha Vi-Xion di kediamannya, kawasan Cijerah, pada dini pukul 02.00. “Laporan korban itu langsung ditindaklanjuti kepolisian yang menyasar pada tersangka ini,” kata Hendro.

Satreskrim Polrestabes Bandung berhasil mengendus jejak para tersangka yang sudah beraksi sekitar satu tahun ini, di wilayah Cianjur selatan. “Kelompok ini sudah beraksi 70 kali dengan barang bukti yang diamankan sebanyak 57 motor,” imbuh Hendro.

Berdasarkan pemeriksaan, mereka mengaku telah melakukan tindak pidana pencurian kendaraan bermotor di wilayah Kabupaten dan Kota Bandung, serta Kota Cimahi. Kendaraan yang diincarnya kebanyakan sepeda motor jenis matic dan sport. Mereka menjual ke penadah senilai Rp 1,5 juta sampai Rp 4 juta per unitnya.

Kapolrestabes mengakui, angka kejahatan curanmor di Kota Bandung masih cukup tinggi. Dalam catatan 2016, dari 4.000 tindak pidana, 700 di antaranya adalah curanmor. “Jadi, sekitar 20 persennya memang kejahatan curanmor,” tandas mantan Kapolres Metro Jakarta Pusat itu. (vil)