
Presiden Direktur Bank OCBC NISP, Parwati Surjaudaja, mengiayakan terjadinya kenaikan laba bersih tersebut. “Berdasarkan laporan kinerja periode Januari-Maret 2016 (unaudit), laba bersih kami mencapai Rp 457 miliar atau lebih tinggi 23 persen daripada periode sama 2015,” tandas Parwati, Rabu (27/4).
Bertumbuhnya laba bersih itu, jelas Parwati, berkat terkendalinya pertumbuhan biaya dan terciptanya kenaikan volume usaha. Adalah penyaluran kredit yang selama tiga bulan pertama 2016 berkembang 22 persen lebih tinggi daripada periode sama 2015 atau menjadi Rp 85,1 triliun. Begitu pula dana pihak ketiga (DPK) senilai Rp 89,6 triliun atau naik 9 persen lebih tinggi daripada Januari-Maret 2015.
Soal rasio perbankan, Parwati menyatakan, untuk Non Performing Loan (NPL) gross, hingga 31 Maret 2016, sebesar 1,4 persen dan NPal net sebesar 0,8 persen. Pun dengan rasio lainnya. “Semuanya cukup baik. Misalnya, rasio kecukupan modal (CAR/Capital Adequacy Ratio) sebesar 18,0 persen, Return On Equity (ROE) sebanyak 11,0 persen, dan Return On Asset (ROA) sejumlah 2,0 persen. (ADR)





