Telkom Siap Kembangkan 1 Juta Wirausaha

  • Whatsapp

telkomJABARTODAY.COM – BANDUNG – – Terbukti, bahwa kehadiran para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) menjadi basis kekuatan ekonomi negara mana pun, termasuk Indonesia. Karenanya, PT Telekomunikasi Indonesia (Telkom) Tbk (Persero) memiliki keinginan besar untuk melahirkan dan memajukan keberadaan para pelaku bisnis sektor tersebut.

Caranya, lembaga BUMN bidang telekomunikasi tersebut menggulirkan program BAGUS INDONESIA. “Ini sebuah program untuk mengelola 100 sentra UMKM di seluruh wilayah Indonesia. Itu kami lakukan melalui penyedia ICT. Program ini kami awali di Makassar (Sulawesi Selatan). Kini, Bandung,” tandas Direktur Ekonomi dan Bisnis PT. Telkom, M. Awaluddin, pada peluncuran Program BAGUS INDONESIA, belum lama ini, di Jalan Martadinata Bandung.

Ditegaskan, dalam program ini, pihaknya membangun sebuah program bernama IndiPreneur. Dalam IndiPreneur, ujarnya, pihaknya menawarkan sejumlah aplikasi yang dapat mempermudah para pelaku UMKM menjalankan roda bisnisnya. “Ini menjadi bukti dan komitmen kami untuk mendukung program pemerintah, khususnya, yang berkaitan dengan UMKM. Apa yang kami luncurkan ini dapat menambah dan memperkuat nilai tambah serta daya saing para pelaku UMKM, terlebih akhir tahun ini, Indonesia terlibat dalam agenda kerjasama ekonomi negara-negara ASEAN (AEC),” papar Awaluddin.

Menurutnya, pemanfaatan ICT secara optimal, tentunya, berefek positif, khususnya, bagi para pelaku UMKM. Pasalnya, jelas dia, ICT dapat memperlebar jaringan pasar para pelaku UMKM. “Jika jaringan pasar kian terbuka, tentunya, ini berimbas pada terciptanya perkembangan bisnis UMKM,” sahutnya.

General Manager (GM) Divisi Bisnis Serice (DBS) PT Telkom, Yusron Hariyadi, menambahkan, pihaknya siap merangkul 1 juta pelaku UMKM untuk bergabung dalam program IndiPreneur, yang merupakan bagian agenda BAGUS INDONESIA. Yusron meneruskan, sejauh ini, pemanfaatan sarana Telekomunikasi, Informasi, dan Komunikasi (TIK) oleh para pelaku UMKM di Indonesia masih rendah. Diperkirakan, jelas dia, persentasenya baru mencapai 4 persen. Yusron berpendapat, kondisi ini menjadi salah satu hal yang membuat jajarannya menggarap pasar UMKM. (ADR)

Related posts