Thursday , 2 April 2020
Home » Ekonomi » Triwulan I, Investasi BPJS TK Capai Rp 195,3 Triliun

Triwulan I, Investasi BPJS TK Capai Rp 195,3 Triliun

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Meski usianya masih muda, catatan prestasi dan kinerja positif ditorehkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan (TK). Itu terlihat pada pencapaian lembaga yang sebelumnya bernama PT Jamsostek (Persero) tersebut hingga periode Maret 2015.

Salah satunya, tercermin pada nilai investasinya. “Hingga Maret tahun ini, total dana investasi mencapai Rp 195,35 triliun. Angka itu mengalami pertumbuhan 22,93 persen lebih tinggi daripada pencapaian periode sama tahun lalu,” tandas Direktur Utama BPJS TK, Elvyn G Masyasya, pada Media Gathering BPJS TK di Hotel Panghegar Bandung, Jalan Merdeka Bandung, belum lama ini.

Elvyn meneruskan, pihaknya mengalokasikan dana aset periode Maret 2015 pada berbagai instrumen. Itu, ungkapnya, mencakup surat utang sebesar 44,40 persen. Kemudian, lanjutnya, dalam vbentuk deposito sebesar 29,21 persen. Selanjutnya, kata dia, berupa saham sejumlah 19,36 persen. Lalu, imbuh dia, berupa reksadana sebesar 7,43 persen, dan investasi langsung 0,59 persen. Diungkapkan, hingga periode Maret 2015, pihaknya mencatat nilai hasil investasi yang positif. Nominalnya, jelas Elvyn, sejumlah Rp 5,45 triliun.

Masih berkaitan dengan investasi, Elvyn mengungkapkan, pihaknya hal itu bertujuan untuk meningkatkan manfaat bagi para peserta. Karenanya, ucap dia, pihaknya terus melakukan berbagai inovatif. Satu di antaranya, tuturnya, yaitu program Housing Benefit. Dalam program itu, tukas dia, pihaknya memberi kemudahan bagi para peserta untuk memperoleh rumah melalui skema kredit pemilikan rumah bersukubunga rendah. “Dalam program itu, kami berinvestasi senilai Rp 46 triliun,” sebut dia.

Selan itu, ungkapnya, jajarannya pun menjalin kerjasama dengan dengan 8 pengembang asal beberapa provinsi, termasuk Jabar-Banten. Untuk Jabar-Banten, terangnya, pihaknya bekerjas ama dengan pengembang asal Tangerang, Bekasi, Bogor, dan Karawang. Di luar Jabar, sahut dia, bekerja sama antara lain dengan pengembang asal Semarang (Jateng), Palembang (Sumatera Selatan).

Pada sisi lain, Elvyn menyatakan pihaknya siap fully operation pada 1 Juli 2015. Saat itu, ucap Elvyn, pihaknya menggulirkan 4 program, yaitu Jaminan Hari Tua (JHT), Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), dan Jaminan Kematian (JKm), plus Jaminan Pensiun (JP). Khusus JP, masih ada hal yang dalam proses pembahasan, yaitu mengenai iuran. “Kami mengajukan satu angka, yaitu 8 persen. Angka itu masih dalam pembahasan pemerintah. Tapi, kami optimis, pada Mei ini, pemerintah menerbitkan regulasi yang berkenaan dengan pengoperasian BPJS TK secara penuh,” paparnya.

Menurutnya, regulasi menjadi unsur penting dalam menunjang pengoperasian BPJS TK secara penuh. Pembahasan regulasi itu, ucapnya, hingga kini, masih dalam pembicaraan Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia (Kemenhum HAM).

Berkaitan dengan kepesertaan, Elvyn mengutarakan, hingga Maret 2015, pihaknya terus mencatat pertumbuhan. Jumlah perusahaan aktif hingga periode tersebut mencapai 234.088 perusahaan atau bertambah 21.63 persen lebih tinggi daripada pencapaian Maret 2014, sebanyak 192.454 perusahaan. Proyeksi tahun ini, cetusnya, jumlah perusahaan bertambah menjadi 251.600 perusahaan. Sedangkan dalam hal TK aktif, kata dia, hingga Maret 2015 sejumlah 16,28 juta orang. “Angka itu lebih tinggi 22,59 persen daripada realisasi TK aktif Maret 2014. Tahun ini, khusus TK aktif, proyeksinya 100 ribu orang,” tutupnya. (ADR)