Surplus, Jabar Jadi Pemasok Beras

Wakil Kepala Bulog Divre Jabar, Suharto Jabar
jabartoday.com/erwin adriansyah
JABARTODAY. COM – BANDUNG — Catatan impresif berkenaan dengan penyerapan beras, dicatat Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar. Tahun lalu, lembaga BUMN tersebut menorehkan penyerapan 609 ribu ton, melampaui prognosa sebanyak 540.ribu ton.
Tingginya penyerapan membuat stok beras tatar Pasundan berlimpah. “Insyaallah, ketahanan beras hingga 8 bulan mendatang. Volume mencapai 300 ribu ton. Tapi, idealnya, ketahanan itu maksimal selama 5 bulan. Ini berkenaan dengan kapasitas dan daya tampung gudang,” tandas Wakil Kepala Bulog Divre Jabar, Suharto Jabar, di tempat kerjanya, Graha Sativa Bulog Divre Jabar, Jalan Soekarnohatta Bandung, Selasa (17/1).
Agar kondisi ketersediaan beras ideal, Suharto menyatakan, pihaknya melakukam movenas. Artinya, jelas Suharto, demi ketahanan pangan negeri ini, pihaknya menyalurkan beras atau memasok komoditi itu ke provinsi lain.
“Tahun lalu, kami menyalurkan 80 ribu ton beras ke provinsi lain, seperti sebagian besar Sumatera dan Kalimantan. Tahun ini, tidak tertutup kemungkinan bertambah menjadi 85 ribu ton,” papar Suharto.
Soal cabai, Suharto menilai, melejitnya harga jual komoditi itu karena tingginya permintaan. Diperkirakan, permintaan itu oleh industri-industri olahan yang melakukan impor.
Tentunya, tutur dia, kebutuhan industri itu begitu besar. Efeknya, lanjutnya, ketersediaan cabai menipis. Dampaknya, harga melejit. “Perkiraan, tingginya harga jual cabai tidak berlangsung lama,”.tukasnya.
Selain itu, mata rantai yamg panjang pun bisa jadi menjadi pemicu mahalnya harga cabai. Karenanya, sahut Suharto, pihaknya melakukan sejumlah upaya berkaitan dengan hal itu. Antara lain, katanya, melakukan operasi pasar (OP) yang baru berlangsung satu pekan. “Kami mencoba memotong jalur distribusi untuk tekan harga. Harganya Rp 85 ribu per kilogram,” tutup Suharto.  (win) 

Related posts