Sunday , 7 June 2020
Home » Ekonomi » Soal Perumahan, AP2ERSI Ajukan Empat Kandidat Menteri

Soal Perumahan, AP2ERSI Ajukan Empat Kandidat Menteri

Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh IndonesiaJABARTODAY.COM – BANDUNG
Hingga kini, perumahan merupakan sebuah masalah yang belum terpecahkan. Itu karena adanya berbagai kendala yang terjadi pada sektor tersebut, semisal kebijakan atau regulasi pemerintah yang menghambat pemenuhan kebutuhan perumahan.
 
“Ada beberapa permasalahan yang terjadi pada sektor perumahan. Antara lain, pemerintah belum menjadikan perumahan rakyat sebagai prioritas. Kemudian, biaya tinggi masih menjadi penghambat proses pengurangan back log, yang saat ini,perkiraannya, sudah mencapai 15 juta unit,” ujar Ketua Dewan Pengurus Pusat Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia, Ferry Sandhyana, pada Diskusi Hari Perumahan Nasional 2014 bertema Menyoal Sosok Menpera Ideal Menghadapi Darurat Perumahan Rakyat di Hotel Gino Ferruci, Kamis (28/8/2014).
 
Ferry meneruskan, kendala lainnya, yaitu mayoritas pemerintah daerah, baik provinsi, maupun kabupaten/kota, belum paham pentingnya peran para pelaku usaha properti, terutama, dalam hal pemenuhan kebutuhan rumah rakyat. Menurutnya, masih sedikit pemda yang ‘melek’ perumahan rakyat.
 
Lalu, sambung Ferry, harga lahan yang tinggi dan alokasi dana APBN untuk perumahan masih kecil. Ini, kata Ferry, menunjukkan minimnya keseriusan pemerintah terhadap perumahan sebagai indikator kesejahteraan masyarakat. “Juga adanya fenomena, yaitu berubahnya tata ruang menjadi tata uang. Ini terjadi karena banyaknya fungsi lahan yang tidak transparan yang akibatnya dapat terjadi praktik jual-beli,” papar dia.
 
Bahkan, Ferry mengkritisi peran Kementerian Perumahan Rakyat yang kurang mampu berkoordinasi  untuk memperlancar program perumahan. Padahal, ucap dia, selama ini, pemerintah menjadikan properti sebagai salah satu tolok ukur pertumbuhan ekonomi.
 
Melihat kondisi itu, memasuki babak baru pemerintahan Indonesia, Ferry menyatakan, perlu adanya sosok yang ideal dan memiliki sense of crisis perumahan yang tinggi untuk menempati posisi Menteri Perumahan Rakyat. Pihaknya, ungkap dia, menilai ada empat nama yang ideal untuk mengisi posisi tersebut. “Yaitu Zulfi Syarif Koto, Enggartiasto Lukita, Johansyah Siregar, dan Walikota Bandung Ridwan Kamil,” sebut dia.
 
Menurutnya, keempat sosok tersebut memiliki sense of crisis perumahan yang tinggi. Empat sosok itu pun, lanjutnya, adalah sosok yang profesional karena mengetahui serta memahami bidang perumahan rakyat. Mereka pun, imbuh dia, adalah para pejuang perumahan rakyat. “Yang terpenting, keempatnya punya road map pembangunan perumahan yang jelas serta piawai melakukan lobi-lobi politik,” tutup Ferry. (ADR)