Tuesday , 25 February 2020
Home » Ekonomi » Soal Penambahan Panjang Jalur, Rini Tantang PT KAI 

Soal Penambahan Panjang Jalur, Rini Tantang PT KAI 

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM — BANDUNG — Kehadiran transportasi massal memang dapat menjadi penunjang laju pertumbuhan ekonomi. Begitu pula dengan kereta api. Karenanya, pemerintah berkeinginan untuk melakukan penambahan pabjang jalur kereta dalam beberapa tahun mendatang.

“Saat ini, panjang jalur sekitar 5 ribu kilometer. Kami harap dalam beberapa tahun mendatang panjangnya bertambah menjadi 10 ribu kilometer. Pak Dirut, berapa lama sanggupnya,” tandas Menteri BUMN, Rini Soemarno, pada Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan 7 lembaga BUMN, antara lain, PT Wijaya Karya, PT Adhi Karya, PT Industri Kereta Api (INKA), PT Bank Mandiri Indonesia Tbk, PT Hutama Karya, dan PT Asuransi Jasa Indonesia, di Gedung Kenyamanan Balai Pendidikan dan Pelatihan Ir H Djuanda Bandung, Minggu (2/10).

Mendapat pertanyaan Sang Menteri BUMN, Direktur Utama (Dirut) PT kereta Api Indonesia (KAI), Edi Sukmoro, sontak menjawab tegas dan lugas. “Siap, Insyaallah 3 tahun,” jawab Edi.

Mendapat jawaban itu, Rini kembali berkata, “Oke..Saya pegang ya ucapan Pak Dirut,” ujarnya.

Soal kinerja, Rini menilai pencapaian PT KAI tergolong positif. Itu terlihat, ucapnya, pada realisasi perolehan laba, yang tahun ini, targetnya Rp 1 triliun. Sejauh ini, realisasi perolehan laba PT KAI sekitar Rp 800 miliar. Karenanya, tegas Rini, tahun depan, target keuntungan PT KAI naik menjadi Rp 2 triliun.

Untuk mewujudkannya, kata Rini, ada beberapa hal. Di antaranya, sebut dia, menambah jumlah rangkaian. Selama ini, rata-rata pengoperasian kereta sekitar 8-9 rangkaian. Harapannya, imbuh dia, bertambah menjadi 14 rangkaian.

Untuk memperkuat armada rangkaian, Rini menyatakan, PT KAI harus memanfaatkan produk dalam negeri yang diproduksi PT INKA. “Jangan lagi gunakan produk second (bekas. Red),” pinta Rini.

Pada sisi lain, Rini mengajukan perubahan nama. Menurutnya, saat ini, yang namanya kereta tidak ada “api” nya. “Jadi, karena tidak ada “api”, sebaiknya namanya menjadi PT Kereta Indonesia,” tutup Rini.   (ADR)