
JABARTODAY.COM, BANDUNG – – Sejumlah Pengurus Wilayah (PW) Dewan Da’wah Jawa Barat (DDII Jabar) melakukan silaturrahim dengan Pengurus Wilayah (PW) Syarikat Islam Jawa Barat (SI Jabar) di sekretariat SI Jabar Jl.Neglasari Ujungberung Kota Bandung, Sabtu (27/6/2026).
Rombongan DDII Jabar langsung dipimpin oleh KH.Roinul Balad selaku Ketua DDII Jabar dibersamai sejumlah pengurus lainnya. Dalam mukadimahnya Kyai Roin, demikian ia akrab disapa, menyampaikan ucapan terima kasih dan syukur atas sambutan dari para pengurus Syarikat Islam Jabar.
“Salah satu program Dewan Da’wah Jabar adalah melakukan silaturahmi dengan ormas-ormas Islam yang ada di Jawa Barat salah satunya hari ini kami melakukannya dengan saudara-saudara kami di SI Jabar,”ungkap KH Roin.
Sebelumnya, sambung KH Roin, para Pengurus Dewan Da’wah Jabar telah melakukan silaturahmi dengan Ormas Islam Tingkat Jawa Barat seperti Persatuan Islam (Persis), Muhammadiyah, Persatuan Umat Islam (PUI). Kemudian akan dilanjutkan dengan agenda silaturahmi ke beberapa ormas Islam lainnya.
“Kami menilai ormas-ormas Islam dan lembaga harokah yang telah kami kunjungi memiliki kesamaan visi dan gerakan khususnya dalam bidang dakwah amar ma’ruf nahi munkar,” terang KH Roin.
Dalam kesempatan tersebut KH Roin salah satunya menawarkan program kerjasama training atau pelatihan dai pengawalan akidah yang meliputi paham dan aliran sesat, pendangkalan akidah, pemurtadan dan yang lainnya yang rencananya akan dilakukan pada bulan Juli 2026 mendatang.
“Sebagaimana yang kita ketahui berdasarkan data dan fakta lapangan, salah satu tantangan dakwah khususnya di Jabar ini adalah upaya pendangkalan akidah dengan berbagai macam aliran dan paham sesat serta pemurtadan dengan segala modus dan caranya,” terang KH Roin.
Untuk itu Dewan Da’wah, sambung KH Roin, mengajak khususnya kepada Syarikat Islam untuk sama-sama bersinergi dan saling menguatkan program dakwah khususnya dalam menghadapi dan membentengi akidah umat.
“Insya Allah, Dewan Da’wah pun siap bekerja sama program-program yang dijalankan Syarikat Islam khususnya di wilayah Jawa Barat ini,”ungkap KH Roin.
Sementara itu Ustadz Nanang Romli Hidayat selaku Humas Dewan Da’wah Jabar menambahkan bahwa program silaturahmi dengan ormas Islam menjadi media untuk menyamakan kerjasama khususnya dalam bidang dakwah di masyarakat.
“Kami juga menilai antara Dewan Da’wah dan Syarikat Islam ini memiliki kesamaan misalnya dalam bidang politik, “ ungkap Ustadz Nanang.
Hubungan antara dakwah dan politik, sambung Ustadz Nanang, adalah instrument yang saling melengkapi. Dakwah dalam politik bermakna upaya menanamkan nilai-nilai moral dan ajaran Islam ke dalam sistem kenegaraan, sedangkan politik untuk dakwah memposisikan kekuasaan sebagai sarana strategis untuk melindungi dan memajukan umat Islam serta menata kehidupan bermasyarakat.
“Namun kita tahu sejak reformasi bahkan setelah kemerdekaan umat Islam di Indonesia terus terpinggirkan dalam politik. Saat pilpres, pileg maupun pilkada umat Islam hanya diambil suaranya, setelahnya ditinggalkan. Umat hanya jadi seperti pendorong mobil yang mogok atau petugas pemadam kebakaran saja. Untuk itu ormas Islam harusnya bisa melahirkan kader-kader yang menjadi pemimpin bangsa seperti Mohamad Natsir misalnya,” terang Ustadz Nandang.
Menanggapi hal tersebut, Ustadz Adam Anhari selaku Wakil Ketua Bidang Keanggotaan dan Keorganisasian Syarikat Islam Jabar menyampaikan rasa bahagia dan sangat bersyukur dapat kunjungan silaturahmi dari Dewan Da’wah Jabar. Menurutnya ini merupakan bentuk silah ukhuwah dan silah ummah dalam syiar Islam.
“Benar apa yang disampaikan tadi bahwa kita memiliki tujuan yang sama dalam dakwah dan amar makruf nahi munkar. Kami juga merasakan bahwa bencana akidah saat ini tidak kalah masifnya dalam segala bentuknya dan caranya,” ungkap Ustadz Adam.
SI hadir, sambung Ustadz Adam, salah satu misinya Adalah untuk meluruskan paham dan amal yang menyimpang dari yang Islam seperti sekulerismi,pluralisme dan liberalisme. Untuk itu pihaknya setuju dan mendukung rencana Dewan Da’wah Jabar yang akan menyelenggarakan program pelatihan dai yang dinilainya sangat bagus dan tepat sasaran.
“Kami sendiri memiliki 4 pilar, pertama bersatu dalam akidah, kedua berjama’ah dalam ibadah, ketiga toleransi dalam khilafiyah dan keempat bersama sama dalam dakwah. Alhamdulillah sekarang ini 4 hal tersebut menjadi 4 pilar MUI Jabar,” terang Ustadz Adam.
Untuk itu SI Jabar juga menawarkan program dan kerja sama yang bisa sinergikan misalnya dengan menyelenggarakan diskusi politik keumatan. Sebab dapat dirasakan selama ini umat Islam hanya diambil suaranya dan pajaknya.
Berikutnya dalam sambutannya Ketua SI Jabar, KH Nandang Koswara juga menyampaikan terima kasih dan rasa Bahagia atas kedatangan pengurus Dewan Da’wah Jabar. Menurutnya acara silaturahmi seperti ini menjadi bagian penting yang kemudian dapat menjadi sarana komunikasi untuk kolaborasi dalam dakwah serta bidang-bidang keumatan lainnya.
“Secara pribadi sejak muda saya terkesan dengan langkah-langkag dakwah para dai Dewan Da’wah khususnya Moh.Natsir yang begitu besar jasanya bagi bangsa Indonesia khususnya umat Islam,” ungkap Ketua SI Jabar yang akrab disapa Abah Nandang ini.

Pihaknya pun merasakan dan menyadari bahwa tantangan dakwah saat ini sangat komplek dengan ragam bentuk dan caranya. Namun dengan mengutip pernyataan Moh.Natsir bahwa dakwah jika tidak ada tantangan maka patut di pertanyakan apa yang didakwahkan.
“Sudah menjadi sunnatullah aktivitas dakwah akan menghadi tantangan seperti yang dialami para nabi dan rasul serta para shalafushshaleh hingga hari ini. Untuk itu kami menyambut baik dan terbuka untuk melakukan Kerjasama dengan Dewan Da’wah Jabar seperti selama ini yang sudah berjalan,” pungkas Abah Nandang.
Sejumlah pengurus Dewan Da’wah Jabar yang turut hadir dalam silaturahmi ini antara lain KH.Roinul Balad (Ketua),Ustadz Nanang Hidayat (Humas),Ustadz Fadli Maulana (Bendahara),Ustadzah Nurul Ulya (Muslimat Dewan Da’wah). Sementara dari pihak SI Jabar antara lain KH.Nandang Koswara (Ketua),Ustadz Adam Anhari (Wakil Ketua),KH.Barna Soemantri (sesepuh SI Jabar), Ustadz Entis Sutisna (Bidang Ekonomi) dan Ustadzah Nurhayati (Muslimah SI).
Acara silaturahmi ini diakhiri dengan ramah tamah dan saling tukar cindera mata. Diharapkan setelah ini akan ditindaklanjuti dengan Kerjasama yang kongkrit dan saling menguatkan dalam bidang dakwah dan amar ma’ruf nahi munkar. [ ]





