Setelah Bangladesh, LEN Bidik Malaysia

Managing Director Biswas Construction, Afsar Ali Biswas (kiri), Babu Business Associate, Ashraful Islam (tengah), dan Dirut RLS, Dewayana Agung Nugroho, usai tanda tangan kerjasama antara PT RLS dan Buswas Construction jabartoday.com/erwin adriansyah
Managing Director Biswas Construction, Afsar Ali Biswas (kiri), Business Associate, Ashraful Islam Babu (tengah), dan Dirut RLS, Dewayana Agung Nugroho, usai tanda tangan kerjasama antara PT RLS dan Buswas Construction
jabartoday.com/erwin adriansyah

Setelah Bangladesh, LEN Bidik Malaysia

JABARTODAY.COM -.BANDUNG –– Terbukti, industri strategis milik negeri ini memiliki daya saing yang mumpuni. Faktanya, banyak produk yang dihasilkan industri strategis nasional digunakan dan dipercaya banyak negara. Adalah produk PT LEN industri (Persero) menjadi satu di antaranya.

Buktinya, lembaga BUMN tersebut menggarap pasar urban transpor global.  Masuknya PT LEN Industri pada pasar global itu, satu di antaranya ditandai oleh kesepakatan kontrak antara anak perusahaan PT LEN Industri (Persero),  PT LEN Railway System (RLS), dan perusahaan asal Bangladesh, Biswas Construction, untuk menggarap proyek modifikasi sistem persinyalan kereta api di Bangladesh.

“Kontrak ini berlangsung selama 18 bulan. Kami mengerjakan modifikasi persinyalan kereta api di Bangladesh, yaitu mulai Ishurdi sampai Joydehpur,”  tandas Toni Surakusumah, Direktur Pemasaran dan Penjualan PT LRS, pada penandatanganan kontrak antara PT RLS dan Biswas Construction di Hotel Savoy Homan, Jalan Asia Afrika Bandung, Kamis (20/10) malam.

Direktur Utama PT RLS,  Dewayana Agung Nugroho, pihaknya siap mengekspor produk standar bermerek LEN ke Bangladesh, semisal Control Console (VDU/LCP), lampu sinyal LED, dan main disribution panel. Menurutnya, pengerjaan proyek bernilai 1,5 juta dolar Amerika Serikat (AS) ini menjadi first entry untuk mengerjakan proyek persinyalan lainnya di Negeri Benggala itu.

Setelah Bangladesh, ungkap Toni, pihaknya membidik Malaysia. Seperti  Bangladesh, tukas dia, di Malaysia, pihaknya siap menggarap pengerjaan rehabilitasi persinyalan kereta api rute Gua Musang-Tumpat sepanjang 290 kilometer, yang rusak akibat banjir. Rencananya, seru Toni, di Malaysia, pihaknya siap bekerjasama dengan Emrail, perusahaan Malaysia yang berkontrak pekerjaan dengan operator perkeretaapian Malaysia, KTMB.  (win)

Related posts