Semangkuk Cinta, dari Bakmi GM untuk Bangsa

Anak-anak yatim piatu Panti Asuhan Nurul Ihsan, Jl. Mekar Manah No. 07, Komp. Mekar Indah Cijerah, Bandung.
Anak-anak yatim piatu Panti Asuhan Nurul Ihsan, Jl. Mekar Manah No. 07, Komp. Mekar Indah Cijerah, Bandung.

JABARTODAY.COM – BANDUNG. Suasana riang anak-anak panti asuhan menggenapi kegembiraan mereka jelang beduk maghrib tiba, tanda untuk berbuka. Di Panti Asuhan Nurul Ihsan Cijerah, Bandung, mereka hidup bersama merenda masa depan. Kepedulian dari mereka yang mampu akan membantu meringankan langkah anak-anak yatim itu dalam merebut masa depannya.

Kepedulian inilah yang ditunjukkan Bakmi GM kepada anak-anak yatim Nurul Ihsan yang dikemas dalam bentuk  Bakmi GM Roadshow yang bertemakan “1000 Salam untuk 1000 Anak Bandung”. Kegiatan ini merupakan rangkaian event Launching NEW Outlet Bakmi GM di Cihampelas Walk dengan tema “Bowl of Love”.

“Bowl of Love” sendiri merupakan salah satu kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) Bakmi GM yang bertujuan untuk berbagi semangkuk bakmi pada anak-anak yatim piatu, anak jalanan hingga korban bencana alam,” ujar Tammy Tanumiharja, General Manager Business Development Bakmi GM kepada wartawan, Kamis (2/7/2015).

Tammy mengungkapkan, kegiatan ini merupakan bukti konsistensi dan komitmen Bakmi GM selama kurang lebih 56 tahun melayani masyarakat Indonesia. Komitmen tersebut tak hanya mengutamakan kualitas makanan yang disajikan tapi juga dengan berpartisipasi aktif di banyak kegiatan sosial dan berbagi dengan sesama.

Pengurus Panti Asuhan, Arif Bijaksana mengucapkan terima kasih atas kepedulian Bakmi GM terhadap anak-anak yatim piatu di bawah asuhannya yang kini mencapai 100 orang lebih. Ia berharap akan banyak pihak yang menaruh kepedulian kepada anak-anak yatim piatu tersebut.

Arif menjelaskan, sejak berdiri 1999 lalu, Panti Asuhan Nurul Ihsan menampung 19 anak-anak yatim piatu korban konflik di Ambon. Disusul anak-anak yatim piatu yang berasal dari Bandung, Garut dan Cianjur.

“Orang tua mereka sudah meninggal dunia akibat konflik sara di Ambon sekitar 15 tahun silam. Kami bersedia memelihara dan mengasuh mereka sehingga bisa mengenyam pendidikan sebagaimana anak-anak lainnya,” tuturnya. (zam)

 

Related posts