Sedang Ngopi, 3 Orang Dikeroyok Geng Motor

Para pelaku penganiayaan berhasil diringkus Unit Reskrim Polsek Pamengpeuk, dan diperlihatkan pada ekspose, Kamis (29/12). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Geng motor kembali berulah di wilayah Kabupaten Bandung, khususnya di daerah Pamengpeuk. Belum lama ini, Unit Reserse Kriminal Polsek Pamengpeuk meringkus kawanan berandalan bermotor, di Kampung Pasar Halte, Desan Langonsari, Kecamatan Pamengpeuk, yang melakukan penganiayaan terhadap sejumlah orang. Mereka adalah Ade, Rana, Egi, Randi, dan Rudi. Sementara, seorang lainnya masih dalam pengejaran petugas atau masuk daftar pencarian orang (DPO).

“Jadi kelompok ini sedang berkeliling mencari kelompok berandalan bermotor lainnya. Saat itu, ada seorang pengendara yang menggunakan jaket bertuliskan geng motor lawannya tersebut, dan enam orang tersebut mengejar pengendara itu,” tutur Kepala Polsek Pamengpeuk Komisaris Yondra SR didampingi Kanit Reskrim Inspektur Satu Bagus Panuntun, di Mapolsek Pamengpeuk, Kamis (29/12).

Saat itu, keenam orang tersebut kehilangan jejak. Di sebuah warung, mereka menemui tiga orang dan bertanya apakah melihat pengendara motor yang sedang dikejar kawanan tersebut. Sebelum dijawab, kawanan itu langsung memukuli korban, bahkan menyabet korban dengan menggunakan golok. “Sehingga, ketiga orang tersebut mengalami luka-luka. Satu luka karena bacokan di belakang kepalanya, yang lainnya luka memar,” tukas Yondra.

Kapolsek menambahkan, penganiayaan tersebut dilakukan kawanan itu dalam kondisi tak sadarkan diri alias mabuk. Saat ini, para korban masih menjalani perawatan medis di rumah sakit, akibat pengeroyokan yang dilakukan anggota berandalan bermotor tersebut. “Seorang dari mereka pernah melakukan hal serupa di daerah Baleendah,” ungkap Yondra.

Salah satu pelaku, Ade (22) mengaku, tidak mengenal para korbannya itu. Dia juga mengklaim, tidak ada yang menyuruh dirinya untuk mengeroyok ketiga orang yang sedang ngopi di warung tersebut. “Teman yang ribut, saya hanya membantu saja. Tidak ada yang menyuruh,” ucap Ade.

Selain kelima tersangka, petugas menyita barang bukti berupa tiga unit sepeda motor, tiga buah senjata jenis samurai dan belati, satu kaos atribut salah satu geng motor. Polisi mencari senjata tajam yang digunakan untuk membacok korban.

Akibat perbuatannya, para tersangka dijerat Pasal 170 KUHP tentang Penganiayaan yang ancaman hukumannya hingga tujuh tahun penjara. (vil)

Related posts