Home » Bandung Raya » Resmi, PSBB Bandung Raya 22 April 2020

Resmi, PSBB Bandung Raya 22 April 2020

JABARTODAY.COM – BANDUNG Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah menerima Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI terkait penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk Bandung Raya (Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, dan Kabupaten Sumedang).

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengungkap, PSBB di Bandung Raya akan mulai diterapkan pada Rabu (22/4/2020), pukul 00.00, selama 14 hari. Sosialisasi pun akan dilakukan Pemprov Jabar dan pemerintah kabupaten/kota pada Sabtu (18/4/2020) dan Selasa (21/4/2020).

“Ini artinya PSBB di Jabar paling banyak di Indonesia meliputi 10 kota/kabupaten. 5 di zona Bodebek (Kota Bogor, Depok, Bekasi, Kabupaten Bogor, dan Bekasi). Dan sekarang di zona Bandung Raya. Kami sudah melakukan rapat koordinasi bersama para wali kota dan bupati Bandung Raya pada Rabu (15/4/2020). Dan kami menyepakati bahwa pelaksanaan PSBB di Bandung Raya akan dilaksanakan pada 22 April 2020,” ujar Emil, sapaan akrabnya, dalam jumpa pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (17/4/2020).

Gubernur memastikan persiapan PSBB di Bandung Raya sudah 100 persen. Dia pun mengimbau kepada masyarakat Bandung Raya untuk menaati peraturan PSBB yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah kabupaten/kota setempat.

“Kami mengimbau masyarakat di Bandung Raya yang jumlahnya kurang lebih mendekati 9 sampai 10 juta agar melakukan adaptasi persiapan-persiapan dalam melaksanakan PSBB ini. Taati aturan yang dikeluarkan walikota dan bupati masing-masing. Karena jika melanggar akan ada sanksi, salah satunya adalah surat tilang atau blanko dari kepolisian kepada mereka yang melanggar aturan,” bebernya.

Pelaksanaan PSBB di Bandung Raya, diutarakan dirinya, akan disertai dengan tes masif menggunakan metode rapid diagnostic test (RDT). Selain itu, Emil juga menyatakan, bahwa kedisiplinan warga merupakan kunci keberhasilan PSBB di Bandung Raya.

“Tujuan PSBB ini memberikan ruang yang disiplin kepada daerah dan dilacak dan dites, sehingga di akhir waktu kita akan tahu siapa-siapa yang mengalami atau zona yang harus diawasi. Karena di Jabar, zona terbanyak 2/3 persebaran Covid-19 berada di dua zona metropolitan Bodebek dan Bandung Raya. Untuk kota-kabupaten lainnya, kami masih mengkaji, apakah perlu dilakukan PSBB atau tidak. Karena pengajuan PSBB harus berdasarkan data dan berdasarkan kajian yang meyakinkan,” jelasnya. (vil)

Baca Juga:  Solusi Tutupi Defisit JPS Covid-19 Terus Dicari