Raskin ke-13 dan 14, Jabar Jadi Yang Pertama

ISTIMEWA
ISTIMEWA
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Untuk memenuhi kebutuhan pangan, khususnya, kalangan masyarakat rendah, pemerintah menggulirkan program beras bagi rakyat miskin (raskin). Di Indonesia, Jabar menjadi provinsi pertama yang menyelenggarakan program tersebut.

“Benar. Jabar adalah yang pertama. Volumenya melebihi 78 ribu ton. Penyalurannya bagi 2,61 juta Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM),” tandas Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Jabar, Iwa Karniwa, usai pelepasan pendistribusian Raskin ke-13 dan 14 di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro Bandung, Senin (28/9).

Iwa mengemukakan, pada tahap awal, sebanyak 15 unit truk menjadi sarana transportasi pelaksanaan pendistribusian raskin ke-13 dan 14. Wilayanya, sebut dia, mencakup Bandung Raya, yang terdiri atas 5 kota-kabupaten. Yaitu, sebutnya, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, dan Kota Cimahi. Selanjutnya, ungkap Iwa, pendistribusiannya berlanjut ke kota-kabupaten lainnya. “Proyeksi kami, penyaluran raskin ke-14 tuntas pada November,” ucap Iwa.

Kepala Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Alip Afandi, menambahkan, teknis pelaksanaan pendistribusian raskin ke-13 dan 14, pihaknya bekerjasama dengan jajaran pemerintah kota-kabupaten se-Jabar. Itu karena, jelasnya, pemerintah kota-kabupaten berkewenangan tentang pagu raskin di daerahnya masing-masing.

Berbicara tentang penyerapan, Alip mengutarakan, sejauh ini, pihaknya terus melakukannya. Posisi terakhir, sebut Alip, volume penyerapan menapai 418 ribu ton. Angka itu, tuturnya, sebenarnya, melampaui prognosa awal, yaitu 400 ribu ton. Disebutkan, penyerapan tersebut pun mencakup beras premium. Volume penyerapan beras premium, tukasnya, sebesar 60 ribu ton. “Proyeksi penyerapan beras premium sebanyak 90 ribu ton,” ucapnya.

Soal ketersediaan beras, Alip menegaskan, masyarakat tidak perlu khawatir. Pasalnya, jelas Alip, ketersediaan beras di Jabar tergolong aman hingga akhir tahun. “Insyaallah aman,” tutup Alip. (ADR)

Related posts