PTKP Bidik Negara-negara Berkembang

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sepertinya, tidak ada yang tahu secara mendalam mengenai bisnis yang dilakukan PT Kertas Padalarang (PTKP) selama 93 tahun terakhir. Perusahaan tersebut tetap menunjukkan kinerja positif. Salah satunya, terlihat pada nilai omzet perusahaan yang 92,95 persen sahamnya dikuasai Perum Peruri itu.

“Selama 5 tahun terakhir, walau persentase tidak terlalu besar, bisnis tumbuh positif. Untuk itu, kami fokus untuk menggarap pasar kertas sekuriti nasional. Selain itu, kami pun fokus pada pasar domestik,” tandas Direktur Utama PTKP, Nur Ikhsan Moechtar, belum lama ini.

Nur Ikhsan meneruskan, salah satu bukti bahwa pihaknya menorehkan kinerja bisnis positif yaitu terlihat pada nilai omzetnya. Tahun lalu, ungkap dia, pihaknya mencatat total nilai omzet mencapai Rp 100 miliar. Tahun ini, cetus dia, pihaknya memproyeksikan tumbuh 20 persen atau menjadi Rp 120 miliar.

Guna merealisasikannya, tutur Ikhsan, pihaknya menyiapkan sejumlah langkah. Karena menggarap pasar sekuriti nasional, pihaknya pun mengarahkan target produksi kertas sekuriti sebesar 75 persen. Ini, terangnya, mengacu pada visi korporasi, yaitu menjelma menjadi perusahaan berbisnis utama manufaktur kertas sekuriti dan kertas khusus lainnya.

Soal kondisi terkini pangsa pasar kertas sekuriti, Ikhsan menyatakan, sejauh ini, pihaknya baru merebut 18 persen. Adanya keinginan kuat menggarap pasar sekuriti, Ikhsan menegaskan, tahun depan, pihaknya siap mendongkrak pangsa pasar menjadi 43 persen. Upayanya, menekan impor.

Menurutnya, sejauh ini, masih banyak kalangan yang belum mengetahui kertas sekuriti. Padahal, kata dia, keberadaan kertas sekuriti punya peran penting, yaitu sebagai dokumen. Untuk itu, ucapnya, pihaknya menggencarkan edukasi. Di antaranya, sahut dia, mengunjungi beberapa instansi guna menjelaskan pentingnya kertas sekuriti.

Mengenai ekspor, Ikhsan menyatakan, pangsa pasar itu pun menjadi rencananya. Dalam beberapa waktu mendatang, seru dia, jajarannya siap menggarap pasar ekspor. Adalah sejumlah negara berkembang. “Misalnya, India, Nepal, Srilanka, Uni Emirat Arab, dan lainnya,” tutup Ikhsan.  (ADR)

Related posts