PT INTI Siap Tuntaskan Pemasangan RFID

aJABARTODAY.COM – BANDUNG Sejak beberapa waktu terakhir, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menekan alokasi dana subsidi bahan bakar minyak bersubsidi. Diawali oleh pelarangan pengkonsumsian BBM subsidi jenis premium bagi kendaraan-kendaraan dinas, termasuk milik BUMN-BUMD, dan yang terkini, pembatasan penjualan BBM subsidi berjenis solar.

Selain dua upaya itu, sebenarnya, pemerintah pun melakukan sebuah strategi pengawasan yang terkemas dalam Program Sistem Monitoring dan Pengendalian Bahan Bakar Minyak (SMPBBM) Subsidi. Caranya, menerapkan dan memasang sebuah perangkat beristem frekuensi, yaitu Radio Frequnecy Identification (RFId),

Menurut Direktur Utama PT INTI Tikno Sutisna, program SMPBBM melalui pemasangan RFId masih berlangsung. Hal itu, terlihat pada adanya perkembangan yang terjadi selama beberapa waktu terakhir. “Hingga 6 Agustus 2014, kami melakukan pemasangan RFId sebanyak 352.641 unit untuk wilayah Jakarta,” ujar Tikno, belum lama ini.

Ia menjelaskan, selain itu, pihaknya pun melakukan instalasi perangkat sistem berbasis teknologi informasi ini pada 254 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di wilayah ibu kota, yang total SPBU-nya mencapai 276 SPBU, Dikatakan, sebanyak 134 SPBU yang terinstalasi RFId, terkoneksi melalui sistem on line. Sebanyak 119 SPBU lainnya, lulus tes PT Pertamina, yang meliputi uji fisik, fungsi, dan stabilitas.

Diutarakan, berkenaan dengan RFId, pihaknya terus menjalin kerjasama dengan PT Pertamina. Tujuan Program SMPBBM bukan hanya sebagai poin aksi korporasi, melainkan menjadi bentuk adanya pendukungan kepada pemerintah dalam menyiapkan sistem pengawasan dan pengendalian BBM subsidi. Pasalnya, kata Tikno, RFID ini dapat berfungsi sebagai alat kontrol berkapabilitas melakukan pencatatan otomatis setiap transaksi. “Karenanya, kami siap menuntaskan program RFId,” cetusnya. (ADR)

Related posts