Proyek Jalan Layang Antapani Tak Tuntas Akhir Tahun, DBMP: Kita Bakal Denda

Lokasi proyek pembangunan flyover Antapani. (Istimewa)
Lokasi proyek pembangunan flyover Antapani. (Istimewa)

JABARTODAY.COM РBANDUNG Sejak dimulai pada Juni lalu, progres pembangunan jembatan layang Antapani, hasilnya belum memenuhi ekspektasi sesuai yang direncanakan. Sebab, seperti yang digembar- gemborkan, rencana pengerjaan konstruksi bisa tuntas dalam waktu enam bulan, atau selesai pada  Desember ini.

Pembangunan jembatan layang Antapani ini bertujuan mengatasi kemacetan di persimpangan Jalan Jakarta-Terusan Jakarta. Maka, pengerjaan jembatan layang yang memiliki panjang 400 meter dengan dua lajur dua arah itu, tak berhenti sebatas menggunakan struktur baja bergelombang yang waktu pengerjaaan konstruksinya lebih cepat setengahnya dan biaya hemat hingga sekitar 60 persen, jika dibandingkan dengan pembangunan jembatan layang dengan struktur beton bertulang.

“Struktur baja bergelombang yang dikombinasikan dengan timbunan ringan merupakan proyek percontohan mengatasi kemacetan di persimpangan jalan,” kata Kepala Dinas Bina Marga dan Pengairan Kota Bandung Iskandar Zulkarnaen, di Gedung Parlemen, Rabu (7/12).

Pembangunan jembatan layang Antapani yang merupakan proyek kerja sama antara Pusat Jalan dan Jembatan, Balitbang, Kementerian PUPR dengan Pemerintah Kota Bandung, ditindak lanjuti dengan lima kegiatan DBMP, yang berhubungan dengan jembatan layang. Maka, penyelesaiannya menjadi satu kesatuan dengan batas waktu yang sama dengan jembatan layang.

Menyoal kesiapan pengembang harus bisa menyelesaikan kegiatan pada Desember ini. Zul, sapaan akrabnya, menegaskan, tidak ada tawar menawar. “Pokoknya harus beres sesuai kontrak, bila tidak akan saya kenakan denda harian sesuai aturan yang berlaku,” tegas Zul. (koe)

Related posts