Tuesday , 10 December 2019
Home » Headline » Profesor Bahtiar Desak Elite Politik Harus Pertegas Moral dan Etika Demokrasi

Profesor Bahtiar Desak Elite Politik Harus Pertegas Moral dan Etika Demokrasi

Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Islam Negeri  (UIN) Jakarta Prof. Dr. Bahtiar Effendy

JABARTODAY.COM- Guru Besar Ilmu Politik dari Universitas Islam Negeri  (UIN) Jakarta Prof. Dr. Bahtiar Effendy mendesak  para elite politik agar betul-betul memperhatikan etika dan moral dalam pelaksanaan demokrasi di Indonesia. Hal itu penting mengingat perjalanan demokrasi Indonesia cenderung meninggalkan nilai-nilai moral dan etika politik yang baik.

“Saat ini kita harus jujur, kira-kira etika dan moral politik apa yang sedang kita gunakan, kenapa kehidupan dan wajah demokrasi kita semakin merosot, kenapa kepercayaan publik pada elit politik sangat memprihatinkan seperti sekarang,” kata Profesor Bahtiar di Jakarta, Rabu (21/11) dengan nada serius.

Menurut  Bahtiar, masalah moralitas dan etika dalam berdemokrasi sesungguhnya menjadi masalah yang sangat serius dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apabila etika dan moral tidak menjadi panduan orang dalam berpolitik, maka politik tersebut berjalan tanpa nilai-nilai dan pada saatnya produk produk politik dan turunannya tidak akan ditaati oleh masyarakat.

“Bahaya sekali jika apa yang disampaikan elit politik tidak dianggap oleh masyarakat, ini sangat berbahaya, ini sangat serius,” tegas Bahtiar.

Doktor Ilmu politik lulusan Ohio State University Amerika Serikat ini menandaskan, politik Indonesia yang cenderung melahirkan dispartigtas yang ebar dalam bidang ekonomi ini harus mendapatkan perhatian yang serius. Sebab kalau hal ini dibiarkan, maka akan menjadi ancaman yang serius bagi demokrasi.

“Apa logis 1 persen kelompok warga bangsa menguasai 60 persen ekonomi nasional, ini tentu akan sangat berbahaya sekali. Jika hal ini tidak diperhatikan dengan cara mengubah kebijakan, maka akan berpotensi menjadi ancamaman bagi demokrasi,” tegas Bahtiar.

Selaku peneliti dan pengamat politik, Bahtiar mengajak para elite politik agar sikap intoleransi tidak hanya ditujukan pada masalah agama belaka, namun harus ditarik pada spektrum yang lebih luas, terutama munculnya intoleransi dibidang ekonomi yang saat ini menjadi masalah bangsa.

Kesenjangan ekonomi yang sangat lebar, menurut Bahtiar, akan sangat memicu terjadi instabilitas dalam masyarakat. Perbedaan ini jika berhimpit dengan masalah etnis bukan tidak mungkin akan melahirkan kekacauan dalam masyarakat. “Sangat mungkin masalah ekonomi ini bisa memicu kerusuhan jika elit tidak memiliki keberpihakan yang jelas pada masyarakat kecil,” demikian Bahtiar mengingatkan.  (jos)