Premium Naik, Penjualan Daging Ayam Lesu

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG –Sejak akhir pekan kemarin, publik di negara ini harus mengencangkan ikat pinggang lebih erat lagi. Pasalnya, pemerintah menaikkan harga jual bahan bakar minyak jenis premium, yang semula Rp 6.900 per liter menjadi Rp 7.400 per liter, dan solar yang awalnya Rp 6.400 per liter, kini seharga Rp 6.900 per liter.

Terbitnya putusan pemerintah menaikkan dua jenia BBM itu berdampak pada berbagai sektor. Satu di antaranya, perdagangan. Adalah penjualan daging ayam yang menjadi salah aatu contoh komoditi yang terkena imbas kenaikan komoditi BBM itu.

Ketua Persatuan Pedagang Ayam Bandung,  Yoyo Sutarya, mengakui bahwa penjualan daging ayam cenderubg drop sejak beberapa pekan terakhir. “Padahal,  harga jualnya di sejumlah pasar tradisional tidak naik alias stabil,” tandas Yoyo, Selasa (31/3).

Saat ini, kata Yoyo, harga jual daging ayam di berbagai pasar tradisional Kota Bandung rata-rata sekitar Rp 28.000 per kilogram. Kendati demikian, lanjutnya, penjualan tergolong sepi.

Menurutnya, walau harga daging ayam stabil, naiknya harga BBM menyebabkan kenaikan harga jual komoditi lain. Perpengaruh lainnya,  tambah Yoyo, pada daya beli masyarakat. “Tentunya, melemahnya daya beli masyarakat berefek pada penjualan,” tukas dia.

Yoyo mempresiksi, tidak tertutup kemungkinan harga jual beragam komoditi kebali melejit. Itu,  terangnya, dapat terjadi jika pemerintah merealisasikan wacana kenaikan harga elpiji 3 kilogram.

“Soal naiknya harga elpiji 3 kilogram,  memang masih wacana. Tapi, kenyataannya, harga jual sejumlah komoditi sudah naik. Sangat mungkin kalau wacana itu terealisasi, banyak komoditi yang harga jualnya naik,” urai Yoyo. Karenanya,  ucap Yoyo,  pihaknya berharap segera melakukan berbagai upaya kongkret untuk menyikapi masalah ini. (ADR)

Related posts