BJB Bagikan Deviden Rp 694 Miliar

Foto: WEB
jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG –– Menjaga dan meningkatkan kinerja positif menjadi misi utama yang diusung setiap lembaga dan pelaku dunia usaha. Hal itu pun berlaku bagi PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb.

Buktinya, pada Tahun Buku 2014, lembaga perbankan milik BUMD Jabar-Banten tersebut sukses mencatat perkembangan yang positif. Salah satu buktinya, perbankan yang bermarkas di Jalan Naripan Bandung itu membagikan deviden kepada para pemegang saham yang berlangsung dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di Trans Luxury Hotel, Jalan Gatot Subroto Bandung, Selasa (31/3).

“Dalam RUPS ini, kami membagikan 63 persen laba bersih kepada para pemegang saham. Nilainya Rp 694,2 miliar. Sisanya, sebesar 37 persen, yaitu senilai Rp 409,2 miliar, kami tahan untuk pengembangan bisnis. Nilai deviden yang kami tahan itu berarti bank bjb memiliki CAR (Capital Adequated Ratio) sebesar 15,3 persen,” tandas Direktur Utama bank bjb, Ahmad Irfan.

Berkenaan dengan kinerja, hasil RUPS menunjukkan, ungkap Ahmad Irfan, hingga tahun lalu, pihaknya memiliki aset bernilai total Rp 75,8 triliun atau tumbuh 6,9 persen daripada pencapaian hingga 2013. Dana pihak ketiga (DPK), lanjutnya, tumbuh 15,5 persen atau menjadi Rp 57,7 triliun. Begitu pula dengan penyaluran kredit, lanjut Ahmad Irfan, hingga 2014, pihaknya menyalurkan total kredit Rp 49,6 triliun atau lebih tinggi 9,5 persen daripada realisasi hingga 2013.

Pertumbuhan kredit, jelasnya, karena penyaluran kredit konsumen yang naik 16,4 persen atau menjadi Rp 33,6 triliun. Hal itu, tambah dia, terjadi karena pihaknya mempertahankan Captive Market . “Tentunya, pasar tersebut kami pertahankan, bahkan tingkatkan baik secara organik maupun non-organik,” terang Ahmad Irfan.

Berbicara tentang pemanfaatan penawaran saham atau IPO (Initial Public Offering) pada 2010, Ahmad Irfan menjelaskan, hingga 2014, mayoritas pemanfaatannya, yaitu 80 persen, bagi ekspansi bisnis, termasuk penyaluran kredit. Nilainya, sebut dia, Rp 1,4 triliun.

Lalu, sambungnya, pemanfaatan 10 persen, sebesar Rp 142,9 miliar, pemanfaatannya bagi pengembangan jaringan. Sisanya, yaitu 10 persen, juga senilai Rp 142,9 miliar, peruntukannya bagi pengembangan sistem teknologi dan informasi. “Khusus TI, yang sudah termanfaatkan senilai Rp 91,2 miliar. Sisanya, senilai Rp 51,6 miliar, belum kami manfaatkan. Rencananya, angka nilai sebesar Rp 51,6 miliar itu kami manfaatkan untuk pengembangan TI pada tahun ini,” tutup Ahmad Irfan.  (ADR)

Related posts