
Tentunya, agenda multi cabang tersebut membutuhkan berbagai persiapan. Satu di antaranya, dalam hal kekuatan finansial. Untuk melancarkan agenda akbar tersebut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menyiapkan anggaran melalui APBD Jabar. “Nilainya besar, mencapai Rp 3 triliun,” tandas Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan, Jumat (6/11), usai penandatanganan Kebijakan Umum Anggaran dan Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KU PPAS) di Gedung DPRD Jabar.
Aher, sapaan akrabnya, melanjutkan, bersama DPRD Jabar, pihaknya membahas komposisi ideal APBD 2016. Memang, kata Aher, sejauh ini, masih berupa perancangan. Akan tetapi, salah satu fokus alokasi anggaran APBD 2016 yaitu pelaksanaan PON XIX.
Menurutnya, PON 2016 layak sebagai hal termenonjol dalam pembahasan APBD. Itu karena, terangnya, agenda empat tahunan itu membutuhkan dana yang tergolong besar. Dijelaskan, kebutuhan dana Rp 3 triliun untuk pelaksanaan PON 2016, peruntukannya bagi pembangunan dan renovasi sejumlah fasilitas, semisal venue, termasuk pembangunan dan perbaikan akses jalan menuju venue, sekaligus penyelenggaraannya.
Komposisinya, terang Aher, dana sekitar Rp 1 triliun bagi pelaksanaan PON 2016. Sisanya, sebut dia, senilai Rp 2 triliun, yaitu untuk pemenuhan kebutuhan pendukung, seperti venua, akses, dan lainnya.
Tentang komitmen pemerintah pusat berkenaan dengan PON 2016, Aher menyatakan, pihaknya tidak menampik alokasi APBN, meski nilainya relatif kecil, yaitu, sekitar Rp100-200 miliar. Padahal, lanjutnya, pihaknya mengarapkan dukungan dana pemerintah sebesar Rp 600 miliar. (ADR)





