Polusi Asap Selimuti Kota Bandung

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak beberapa hari terakhir, warga Kota Bandung dikejutkan oleh adanya kabut yang menyelimuti sejumlah titik. Semula, publik Kota Kembang beranggapan bahwa kabut tersebut merupakan asap kebakaran di Sumatera dan Kalimantan yang terbawa embusan angin.

“Berdasarkan informasi yang disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Bandung, asap yang menyelimuti Kota Bandung bukan bersumber pada asap kebakaran hutan yang terbawa embusan angin, melainkan polusi udara, baik dari pabrik maupun kendaraan bermotor,” tandas Walikota Bandung, Ridwan Kamil, usai membuka Hackathon Merdeka 2.0 di Lantai 6 Menara RDC/IDEC PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Jalan Gegerkalong Bandung, Sabtu (24/10).

RK, sapaan akrabnya, meneruskan, selimut asap tersebut bersifat menyeluruh. Karenanya, tegas dia, untuk menyikapi hal itu, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, pihaknya berencana melangsungkan Salat Istisqa. “Bandung kan cekungan. Asap dapat tersapu angin. Tapi, sepertinya, asap yang bersumber pada polusi ini tidak terbawa angin sehingga menyelimuti Kota Bandung,” kata RK.

Efek kabut asap itu sempat berpengaruh pada transportasi udara. Pada Jumat (23/10), beberapa jadwal keberangkatan dari Bandara Husein Sastranegara ke beberapa tujuan, mengalami delay akibat jarak pandang. Meski begitu, pukul 11.25 jadwal penerbangan sudah kembali normal.

Service Manager PT Angkasa Pura II Bandara Husein Sastranegara Bandung, Zainun. tidak membantah adanya delay keberangkatan tersebut. Ada pun maskapai yang melakukan delay antara lain AirAsia, yaitu rute Bandung-Denpasar dan Bandung-Kuala Lumpur, serta penerbangan rute Bandung-Surabaya dan Bandung-Solo.

Humas PT Angkasa Pura II Bandung, Mabruri J Wahyudin,. menambahkan, dalam dunia penerbangan, ada beberapa hal yang menjadi syarat. Satu di antaranya, adalah jarak pandang. Jarak pandang pesawat agar dapat take off dan landing di Bandung yaitu idealnya 3.900 meter. “Tapi, pada Jumat (23/10) pagi, jarak pandang pilot 3000 meter. Karenanya, terjadilah penundaan,” tutupnya. (ADR)

Related posts