Polisi ‘Dor’ Dua Dedengkot Pelaku Curanmor

  • Whatsapp
Komplotan Kampret yang tertangkap dalam operasi ayam alas oleh Polsek Regol. Dalam ekspose, Kamis (30/10), komplotan ini diketahui telah beraksi sebanyak 100 kali. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Komplotan Kampret yang tertangkap dalam operasi ayam alas oleh Polsek Regol. Dalam ekspose, Kamis (30/10), komplotan ini diketahui telah beraksi sebanyak 100 kali. (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Operasi ‘ayam alas’ yang dilakukan kepolisian kembali sukses menangkap para pelaku tindak kriminal. Kali ini Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Regol menciduk komplotan pencuri yang diberi nama ‘Komplotan Kampret’ yang selalu menggunakan mobil dalam menjalankan aksinya.

Modus yang digunakan para pelaku, seperti dikatakan Kepala Polsek Regol Komisaris Fauzan, dengan menggunakan mobil untuk mencari korbannya. “Anggota memberhentikan mobil Xenia berisi sejumlah pria asal Sumedang. Setelah penggeledahan, petugas menemukan kunci astag. Mereka ternyata komplotan pelaku kejahatan yang hendak beraksi mencuri motor,” ujar Kepala Polsek Regol Komisaris Fauzan Syahrir didampingi Kepala Unit Reskrim Ajun Komisaris Deden Achmad Yani, di Mapolsek Regol, Kamis (30/10/2014).

Dituturkan Fauzan, para pelaku mengaku telah 100 kali mengambil sepeda motor di wilayah Bandung Raya dan Kabupaten Sumedang. Aksi komplotan ini melibatkan dua penadah yang salah satunya janda berambut pirang.

Para pelaku yang diciduk adalah Asep Rohendi alias Kampret (32), Tatan Sadikin alias Abung (28), Elga (23), Rendi (27), dan Rifki (19). Lalu dua penadah, yakni Agus (54) dan Eva Maelani (29).

Kampret dan Tatan dihadiahi timah panas oleh polisi karena berusaha melarikan diri saat akan ditangkap. Tatan ditembak saat akan lari ketika menunjukkan persembunyian Kampret. Kemudian, polisi memuntahkan pelurunya untuk Kampret yang berniat kabur ketika akan diringkus di wilayah Kiaracondong. “Tantan dan Kampret merupakan otak pelaku. Keduanya residivis kasus curanmor yang baru bebas dua minggu lalu dari Lapas Sumedang,” ungkap Fauzan.

Kampret mengaku telah beraksi sejak 2013 di wilayah Kota Bandung, Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Sumedang. Targetnya, Kampret menyebut, sepeda motor yang diparkir di sisi jalan. “Hasil curian kami jual ke penadah,” aku Kampret.

Sementara, Eva, salah satu penadah, menuturkan telah menjual motor hasil curian sebanyak tujuh kali. Tiap unitnya, diutarakan wanita berambut pirang itu, dirinya mendapat untung Rp 400 ribu. “Saya dapat dari mereka seharga dua juta rupiah per unit. Lalu saya jual lagi seharga Rp 2,4 juta,” tukas Eva.

Selain tersangka, polisi menyita barang bukti seperti 8 unit sepeda motor, 1 mobil, dan kunci astag. Petugas masih mengejar dua pelaku lainnya, yakni Asep Bolu dan Deni. (VIL)

Related posts