Pertamina Siap Bangun 500 Titik Bright Oli Mart

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Seiring dengan terciptanya perkembangan ekonomi, dunia otomotif nasional pun mengalami pertumbuhan. Itu terlihat pada makin banyaknya kendaraan bermotor yang berlalu lalang di seluruh wilayah negara ini, tidak terkecuali Jabar, khususnya, Kota Bandung.

Tentunya, bagi dunia bisnis, kondisi tersebut merupakan sebuah peluang. Tidak heran, apabila PT Pertamina Retail dan PT Pertamina Lubricants siap memanfaatkan peluang tersebut. Caranya, keduanya melakukan sinergi. Bentuknya, melakukan pengembangan outlet Bright Oli Mart (BOM). Lembaga BUMN yang bergerak dalam bidang minyak dan gas bumi (migas) itu memproyeksikan, hingga 2019, membangun 500 outlet service point BOM.

Direktur Sales & Marketing PT Pertamina Lubricants, Andria Nusa, mengemukakan, salah satu hal yang mendasari rencana tersebut yaitu tingkat, kebutuhan pelumas (oli) bertambah karena terjadinya pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia.

Pihaknya, cetus dia, pada 2015, memproyeksikan penjuakan pelumas sebanyak 430 ribu liter (KL). “Perolehan labanya, kami proyeksikan Rp 2,4 triliun,” tandas Andria pada pembukaan Bright Oli Mart Modular di SPBU Pertamina 3140101 (Coco Dago) Jalan Ir H Juanda, Kamis (12/11).

Memang, aku dia, selama beberapa bulan terakhir, perekonomian nasional dalam kondisi lesu. Hal itu, tuturnya, sempat berpengaruh pada kinerja penjualan pelumas. Walau demikian, tegas dia, pihaknya tetap optimistis dapat merealisasikan proyeksi tersebut hingga akhir 2015.

Berbicara tentang market share pelumas, yang di Indonesia totalnya mencapai 566,65 ribu KL, Andria menegaskan, sejauh ini, PT Pertamina Lubricant meraup 55 persen pangsa pasar nasional atau sekitar 322,25 ribu KL. Posisi berikutnya, sambung dia, yaitu Shell, sekitar 12 persen.

Menurutnya, Bandung merupakan titik kedua pengoperasian BOM. Titik pertama, lanjutnya, adalah Jakarta, yang lokasinya di kawasan Cakung. Pihaknya, cetus Andria, berwacana untuk terus mengembangkan kepak sayap bisnis tersebut melalui pengoperasian outlet-outlet di provinsi-provinsi lainnya.

Pada sisi lain, Andria mengungkapkan, sejauh ini, pihaknya mengelola bisnis pelumas otomotif, industri, dan base oil. Pengelolaan tersebut, terangnya, untuk pemenuhan kebutuhan pasar, baik domestik maupun mancanegara, yang tersebar di 4 benua yakni Asia, Afrika, Eropa, Australia, dan Amerika. “Ada 4 titik unit produksi yang kami kelola hingga kini, yaitu Gresik, Cilacap, Jakarta, dan Thailand. Kapasitas produksinya, melebihi 460 juta liter per tahun,” tutup dia. (ADR)

Related posts