Akhir Tahun, Groundbreaking BIJB

jabartoday.com/net
jabartoday.com/net
JABARTODAY.COM – BANDUNG — Sejak pertama kali rencana bergulir, yaitu 2006,Keinginan Jabar memiliki bandara berkelas internasional, sepertinya segera terwujud. Jika tidak ada kendala dan perubahan, akhir tahun ini, proyek pembangunan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati memasuki tahap peletakan batu pertama (groundbreaking). “Rencana, awal, groundbreaking berlangsung bulan ini (November). Tapi, ada pergeseran waktu menjadi Desember. Ini,” tandas Direktur Utama PT BIJB, Virda Dimas Ekaputra, di Gedung Sate, Jalan Dipenogoro Bandung, belum lama ini.

Virda mengemukakan, pergeseran waktu tersebut bukan tanpa alasan. Menurutnya, groundbreaking BIJB dihadiri Presiden Republik Indonesia (RI) ke-7, Joko Widodo (Jokowi). Artinya, jelas dia, pihaknya melakukan penyesuaian dengan jadwal mantan Gubernur DKI tersebut..

Dikatakan, kehadiran orang nomor satu di Bumi Pertiwi itu dapat mempercepat proses pembangunan BIJB, yang proyeksi pengoperasiannya Desember 2017. Demi merealisasikan proyeksi pengoperasionalan tersebut, ucapnya, pihaknya melakukan berbagai upaya. Di antaranya, mendorong pembangunan sisi darat. Pembanguann tersebut terdiri atas pengerjaan. “Estimasi biaya konstruksinya Rp 2,5 triliun,” sebutnya.

Paket pertama, ungkap dia, yang bernilai Rp 355 miliar. Dalam proses tender, PT Adhi Karya tampil sebagai pemenang. Untuk paket ke-2, lanjutnya, yaitu mencakup pembangunan terminal. Paket ini, ujarnya, masih dalam tahap tender. Sejauh ini, sahut dia, belum ada pemenang tender. Sedangkan paket ke-3, seru dia, nilainya Rp 416 miliar. Sebagai pelaksana pengerjaannya, tambahnya, adalah PT Waskita Karya, yang merupakan pemenang tender paket ketiga.

Pada sisi lain, beber dia, pihaknya pun menunggu pendukungan finansial yang bersumber pada pemegang saham, dalam hal ini, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar. Akan tetapi, kata dia, sejauh ini, kepastian mengenai hal itu masih menunggu putusan DPRD Jabar. “Pendanaan terus diupayakan. Salah satunya, melalui skema sindikasi perbankan, yang dalam waktu dekat segera bergulir. Ada sejumlah lembaga perbankan yang berminat mendukung pembangunan BIJB,” seru Virda.

Lalu, perbankan mana saja yang berminat? Virda menyebut beberapa nama. Antara lain, tuturnya, PT Bank Pembangunan Daerah Jabar-Banten Tbk alias bank bjb. Kemudian, imbuh dia, PT Bank Mandiri Tbk. Termasuk, tukasnya, sejumlah perbankan yang bergerak dalam bidang syariah.

Sumber pendanaan lainnya, cetusnya, menanti rencana Pemprov Jabar, yaitu penerbitan obligasi daerah senilai Rp 2,5 triliun. Seperti halnya bantuan finansial, rencana obligasi daerah ini pun, sambungnya, menunggu sinyal dan izin DPRD Jabar.

Tentang joint venture dengan PT Angkasa Pura (AP) II, Virda menyatakan, sejauh ini, masih dalam proses. Sebenarnya, aku Virda, pihak yang tertarik bermitra dengan BIJB tidak hanya AP II. “Banyak operator yang berminat, di antaranya, assal Cina, Turki, dan Jerman. Jadi, untuk memastikannya, kami melakukan tender mitra strategis. Rencananya, tender tersebut bergulir Februari 2016, yang dapat diikuti operator domestik maupun mancanegara,” tutupnya. (ADR)

Related posts