
“Caranya melalui inseminasi sapi betina. Melalui inseminasi itu, harapannya lahir pedet-pedet (anak sapi),” tandas Kepala Dinas Peternakan Jabar, Dody Firman Nugraha, belum lama ini.
Menurutnya, selama ini, banyak penjualan pedet ke daerah timur, semisal Jateng, Jatim, dan Daerah Instimewa (DI) Yogyakarta. Padahal, kata pria penuka kucing ini, Jabar punya potensi pedet yang besar.
Diungkapkan, pihaknya mencatat bahwa saat ini, populasi sapi di Jabar sebanyak 520 ribu ekor. Angka itu, terangnya, 400 ribu ekor sapi potong dan 120 ribu ekor sapi perah. Melalui inseminasi, cetus Dody, pihaknya memproyeksikan jumlah pedet sebanyak 250 ribu ekor. Sekitar 100 ribu ekor pedet
Dody mengemukakan, saat ini, Jabar memerlukan 400-500 ribu sapi potong. Dody menyatakan harapannya bahwa sistem inseminasi, dapat memenuhi 50 peraen kebutuhan pada 2018. Selebihnya, pemenuhannya melalui suplai daerah lain atau impor. “Intinya, inseminasi menjadi sebuah cara pemenuhan kebutuhan tanpa mengandalkan pasokan daerah lain atau impor,” paparnya. (ADR)





