Penculik Bayi Valencia Terancam 15 Tahun Bui

  • Whatsapp
Terdakwa penculik bayi Valencia, Desi Ariyani, mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/8). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)
Terdakwa penculik bayi Valencia, Desi Ariyani, mendengarkan dakwaan yang dibacakan jaksa dalam sidang di Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/8). (JABARTODAY/AVILA DWIPUTRA)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

Penculik bayi Valencia, Desi Ariyani, terancam hukuman 15 tahun penjara. Hal itu diketahui dari dakwaan yang dibacakan Jaksa Penuntut Umum Mumuh dalam sidang di Ruang VI Pengadilan Negeri Bandung, Rabu (6/8/2014).

Ancaman itu dikarenakan Desi dijerat Pasal 83 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak yang hukumannya cukup berat. Selain itu, dirinya juga dikenakan Pasal 328 dan 330 KUHP tentang Penculikan. Tak hanya itu, denda maksimal Rp 60 juta juga menanti dirinya.

Dari dakwaan yang dibacakan jaksa, terungkap bahwa terdakwa mengalami keguguran akibat kecelakaan sepeda motor. Namun hal itu tidak diberitahukan Desi kepada sang suami, Swara Mardika, serta tetap mengaku hamil 3 bulan. Itu dilakukan agar dirinya tetap mendapat perhatian dari suaminya.

“Kemudian pada awal Maret 2014, terdakwa merencanakan berpura-pura akan melahirkan dan melancarkan aksinya untuk mencari bayi yang nantinya diakui lahir dari rahimnya,” ucap Mumuh.

Selanjutnya, terdakwa menemui Ega Gunawan yang sedang hamil dan meminta hasil USG-nya. Setelahnya, hasil USG milik Ega difotokopi lalu diganti namanya menjadi Desi dan diletakkan di atas printer di kamar terdakwa agar sang suami melihatnya.

Pada Selasa 25 Maret 2014, sekitar pukul 19.00, di RS Hasan Sadikin Bandung, Desi berpura-pura menjadi dokter dan menculik bayi Valencia yang baru dilahirkan sembilan jam. Berdasarkan pengamatan kamera CCTV, bayi itu digendong di bagian pundak kanannya dan ditutupi jas putih mirip dokter. Ia terlihat tenang. Langkahnya tidak terburu-buru. Bayi itu dibawa ke kost-an terdakwa di Jalan Pasirkaliki, Gg. H. Junaedi, RT 02/11, Kelurahan Sukabungah, Kecamatan Sukajadi.

Jumat 28 Maret 2014, sekitar pukul 21.30, polisi menggerebek kost-an terdakwa. Namun dia menyelinap pergi keluar rumah dan melompat dari jembatan layang Pasupati. Sementara polisi berhasil mengamankan sang bayi yang ditinggalkan di kamar.

Mendengar ancaman hukuman tersebut, Desi meminta majelis hakim yang diketuai Sihol Manalu untuk memberikan keringanan hukuman baginya. “Ya, saya minta hukuman seringan-ringannya,” singkatnya. (VIL)

Related posts