JABARTODAY.COM-JAKARTA. Format Sultra mempertanyakan profesionalitas TIM bentukan Menristek dikti dalam penelusuran fakta Plagiat yang dilakukan oleh Calon Rektor terpilih Universitas Halu Oleo (UHO) Dr. Muh. Zamrun yang tidak sesuai dengan Hasil kajian mereka.
Beberapa waktu lalu Menristekdikti membentuk Tim Independen yang bertugas untuk memverifikasi fakta atas laporan para guru besar atas dugaan plagiat yang dilakukan oleh calon rektor terpilih UHO Dr. Muh. Zamrun atas karya tulisnya kepada beberapa jurnal internasional.
Setelah beberapa hari melakukan investigasi terkait plagiat tersebut, tim yang dibentuk oleh Menristekdikti ternyata bertolak belakang dengan hasil kajian dan pembedahan Forum Mahasiswa Anti Plagiat (FORMAT) Sulawesi Tenggara atas hasil karya tulis Dr. Muh. Zamrun yang terbukti plagiat kebeberapa Jurnal internasional.
Ketua Format Sultra, Muhamad Ikram Pelesa mengatakan bahwa Tim Bentukan Menristekdikti tidak bekerja secara profesional karena hasil investigasi Tim Independen berbeda jauh dengan temuan mereka.
“Kok bisa yah hasil investigasi mereka berbeda dengan temuan kami, bukti atas karya tulis Dr. Muh. Zamrun yang kami pegang jelas unsur terpenuhinya plagiat. Aneh”, tuturnya kepada sejumlah awak media.
Pihaknya juga mempertanyakan cara Tim independen menyimpulkan karya tulis ilmiah milih Zamrun bukan plagiat dari karya tulis orang lain. Dirinya juga menyesalkan tindakan Menristekdikti yang diduga mengabaikan fakta-fakta temuan atas kejahatan akademik dan langsung melantik Dr. Zamrun sebagai rektor pada tanggal 18 Juli 2017.
“Mereka mendeteksinya dengan apa, sedang kami secara terbuka di depan publik membedah dan mengecek karya tulis Dr. Muh. Zamrun. Dan hasilnya adalah 100% Plagiat”. Sehingga pelantikan Dr. Zamrun kemarin membuktikan bahwa Menristek dikti mengabaikan fakta temuan kejahatan akademiknya”,tambahnya.
Ikram mengatakan pihaknya akan mengadukan hal ini ke sejumlah lembaga negara atas pelantikan rektor yang terkesan dipolitisir.
“Insya Allah kami akan lebih fokus mempressure persoalan ini ke ORI, Mabes Polri, DPR RI dan lembaga lainnya atas keputusan menristek melantik rektor yang telah terbukti melakukan plagiat”, imbuhnya. (ruz)





