Otoritas Keamanan Maritim di Asia Berhasil Gagalkan Perompakan Kapal

  • Whatsapp

JABARTODAY.COM – JAKARTA

Buah kerjasama antar otoritas keamanan maritim di Asia mampu menggagalkan upaya perompakan terhadap sebuah kapal. Kali ini kapal yang menjadi korban perompakan pengangkut minyak (tanker). Informasi yang diterima oleh Pusat Informasi Keamanan Maritim Indonesia dari Information Sharing Center-Regional Cooperation Agreement on Combating Piracy and Armed Robbery Against Ships in Asia/ReCAAP di Singapura mengungkapkan, kapal yang berhasil diselamatkan itu adalah MT Zafirah, berbendera Malaysia.

“Kapal tersebut mengangkut 320.173 liter marine gas oil dari Pasir Gudang, Johor, menuju Miri, Sarawak. Kapal kehilangan kontak dengan shipowner-nya pada 20 November di posisi 174.4 mil laut dari bagian tenggara Pulau Con Son, Vietnam,” ungkap Moh Yasin, Kepala Pusat Informasi Keamanan Maritim Indonesia (Pikmi).

Pikmi adalah sebuah unit di bawah The National Maritime Institute (Namarin) yang khusus  membidangi informasi aksi kejahatan terhadap kapal. Lembaga ini merupakan mitra ISC-ReCAAP di Indonesia.

Menurut Yasin, segera setelah pemilik kapal melaporkan kehilangan kapalnya kepada ISC-ReCAAP, lembaga ini selanjutnya menyebarkan informasi tadi kepada focal point-nya dan otoritas keamanan maritim Malaysia dan Indonesia. Dari kerjasama para pihak ini terungkap bahwa MT Zafirah dibajak dan muatannya akan dijual di wilayah Vietnam.

“Dalam perjalanannya menuju Vietnam, para perompak menurunkan sembilan ABK tanker di laut dalam sebuah sekoci. Mereka terdiri dari 5 orang berkewarganegaraan Myanmar dan 4 orang WNI. Untunglah sebuah kapal ikan Vietnam berhasil menyelamatkan mereka pada 21 November. Kini para kru berada di penampungan di Vietnam,” imbuh Yasin.

Keberadaan MT Zafirah berhasil diketahui pada 22 November, yakni di posisi 35 mil laut di bagian tenggara Vung Tung, Vietnam. Polisi perairan Vietnam mengirim dua kapal patroli ke lokasi untuk memantau pergerakan kapal tersebut. Dari pantauan kepolisian Vietnam diketahui tanker itu telah dirubah namanya menjadi MD Feahorse dengan nomor IMO yang berbeda pula.

“Pada hari itu juga, tepat pada pukul 16.00 waktu setempat, kepolisian Vietnam menyerbu kapal tersebut dan berhasil mengamankan 11 orang perompak yang bersenjatakan parang dan pistol,” pungkas Yasin.

Related posts