OP Daging Ayam Bisa Terus Berlanjut

courtesy: kemendag.go.id
courtesy: kemendag.go.id

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Mahalnya harga jual sejumlah komoditi, yang terkini adalah daging ayam, membuat pemerintah melakukan sejumlah langkah strategis. Bersama Perum Bulog Divisi Regional (Divre) Jabar, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar menggelar operasi pasar (OP) daging ayam.

“Kami melangsungkan OP ini tidak lain untuk menekan harga jual daging ayam yang mahal. Pada level pasar tradisional, sejak beberapa hari terakhir, harga jual rata-rata daging ayam sekitar Rp 40 ribu per kilogram. Selain itu, OP ini pun untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” tandas Kepala Perum Bulog Divre Jabar, Alip Affandi, pada sela-sela OP Daging Ayam di Pasar Kosambi, Jalan A Yani Bandung, Sabtu (22/8).

Alip mengatakan, pada OP kali ini, pihaknya mengalokasikan daging ayam yang cukup banyak. Volumenya, sebut dia, sekitar 10 ton. Pendisitribusiannya, jelas dia, untuk 13 pasar tradisional di Kota Bandung dan Cimahi. Di Kota Bandung, ucapnya, antara lain, Pasar Kosambi, Pamoyanan, Ciwastra, Cijerah, Kiaracondong, Leuwipanjang, Ujung Berung, Simpang, Gegerkalong, dan Palasari. “Di Cimahi, yaitu Pasar Atas dan Cimindi,” ucap Alip.

Pihaknya, tuturnya, yang menggulirkan OP daging ayam selama para pedagang melakukan aksi mogok, memperoleh daging ayam untuk kebutuhan OP dari kalangan peternak Jabar. Ini menunjukkan, tukasnya, sebenarnya, ketersediaan daging ayam pada level peternak masih ada.

Soal harga, Alip mengutarakan, dalam OP daging ayam kalin ini, pihaknya, yang menggelar OP daging ayam bersama pemerintah setempat dan PD Pasar, menetapkan harga jual senilai Rp 32 ribu per kilo gram. Angka itu, imbuh dia, jauh lebih murah Rp 8.000 per kilogram daripada harga jual rata-rata daging ayam saat ini.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Indag) Jabar, Ferry Sofwan Arief, menambahkan, OP Daging Ayam ini, rencananya, bergulir hingga Minggu (23/8). Agenda tersebut, tukasnya, tidak lain untuk memenuhi kebutuhan masyarakat mengingat adanya aksi mogok para pedagang daging ayam.

Dijelaskan, pada OP daging ayam ini, skemanya berupa penjualan langsung kepada masyarakat. Akan tetapi, ujarnya, ada pula yang menerapkan pola kerjasama dengan pedagang. Skema itu, sahut Ferry, berlangsung di Pasar Ciijerah.

Ferry menjelaskan, skema kerjasama dengan pedagang artinya, Bulog yang menyiapkan komoditinya, sedangkan penjualannya oleh pedagang. “Tapi, tentunya, ada kesepakatan harga. Kesepakatannya, harga harus lebih murah daripada yang terjadi saat ini, yaitu rata-rata Rp 40 ribu per kilogram.
Namun, ungkap Ferry, tidak tertutup kemungkinan, OP Daging Ayam berlanjut. Hal itu, terangnya, dapat terjadi apabila para pedagang kembali melakukan aksi mogok. “Kami lihat perkembangannya. Jika sampai Selasa (25/8) masih terjadi aksi mogok, mungkin Rabu (26/8) kami kembali menggelar OP daging ayam,” tutup Ferry. (ADR)

Related posts