Okupansi Hotel Melemah

jabartoday.com/net

JABARTODAY.COM – BANDUNG — Tahun ini, sepertinya, para pebisnis harus menyiapkan strategi ampuh guna meningkatkan kinerja bisnisnya. Pasalnya, tingkat hunian kamar atau okupansi perhotelan di Jabar periode November 2016 mengalami pelemahan.

“Benar. Periode November tahun lalu, okupansi hotel di Jabar turun,” tandas Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jabar, Bachdi Ruswana, di BPS Jabar, Jalan PHH Mustopha Bandung, belum lama ini.

Diutarakan, pihaknya mencatat, periode November 2016, rata-rata, okupansi hotel sebesar 49,00 persen. Angka itu, jelas dia, lebih rendah 2,07 poin daripada pencapaian bulan sebelumnya, atau Oktober 2016 sebesar 51,07 persen.

Bachdi meneruskan, pada periode November 2016, okupansi hotel berbintang pun melemah. Persentasenya, sebut dia, sebesar 56,21 persen, atau 2,08 poin lebih rendah daripada realisasi Oktober 2016  sebanyak 58,29 persen. Menurutnya, okupansi tertinggi terjadi pada hotel bintang 4, yaitu 62,18 persen. Sedangkan okupansi terendah, tambahnya, pada hotel bintang 1, yakni 25,26 persen.

Secara rata-rata, tukas Bachdi, jangka waktu menginap di hotel bintang pada November 2016 yaitu 1,80 hari. Sementara lama waktu menginap di hotel non-berbintang, sahutnya, 1.17 hari. “Lama waktu tamu asing yang menginap di hotel berbintang  adalah 3,63 hari. Tamu asing yang menginap di hotel non-berbintang lebih sebentar, yaitu 2.73 hari. Untuk tamu domestik, rata-rata menginap di hotel berbintang 1,67 hari dan 1,16 hari hotel non-berbintang,” paparnya.

Turunnya okupansi hotel, jelasnya, juga berkaitan dengan jumlah kunjungan wisatawan, baik wisatasan mancanegara (wisman) maupun wisatasan nusantara (wisnu). Pihaknya, seru dia, mencatat, kedatangan wisman melalui Bandara Husein Sastranegara pada November 2016 sebanyak 12.755 orang. “Angka itu lebih rendah 26,44 persen daripada Oktober 2016 yang jumlahnya 17.340 orang. (win) 

Related posts