Friday , 22 November 2019
Home » Opini » Merubah Plat Nomor Bentuk Pelanggaran Hukum

Merubah Plat Nomor Bentuk Pelanggaran Hukum

akbp muchtar supiandiAKBP Muchtar Supiandi, SIK

Perwira Sespimen Angkatan 55 Tahun 2015

Banyak tingkah para pemilik kendaraan, khususnya kendaraan mewah, di jalanan ibukota Jakarta dan sejumlah kota besar lainnya di Indonesia. Mobil mereka yang tergolong mewah harusnya mencerminkan sikap terdidik sang pemiliknya. Namun kenyatannya masih banyak kalangan terdiri (kaya) yang sengaja menyalahi aturan UU No. 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas Angkutan Jalan Raya. Beberapa kasus yang mencerminkan sikap tak sadar hukum tersebut mengemuka di media massa dalam beberapa hari terakhir ini. Kasus terhangat adalah sikap sejumlah anggota DPRD DKI yang merubah plat nomor merah (dinas) dengan plat hitam (umum).
Mengubah plat nomor dari ketentuan yang ada, jelas melanggar Pasal 68 ayat 1 dan ayat 4 serta Pasal 280 UU No 22 tahun 2009. Di dalam Pasal 280 tertulis, “Setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1) dipidana dengan pidana kurungan paling lama 2 (dua) bulan atau denda paling banyak Rp500.000,00 (lima ratus ribu rupiah).” Apakah mereka yang mengubah plat nomor tersebut paham atau pura-pura tidak tahu? Yang tahu tentu mereka sendiri.
Jika anggota DPRD DKI mengubah plat nomor merah menjadi hitam, masyarakat sipil lainnya di ibukota juga bertingkah aneh. Mereka mengganti plat nomor hitam dengan plat nomor yang biasa digunakan untuk kalangan militer. Umumnya kendaraan sipil yang merubah dengan plat nomor militer itu jenisnya tergolong mewah. Misalnya saja mobil mewah jenis Porsche Cayenne yang berkeliaran di jalan raya menggunakan plat nomor TNI 1019-02. Nomor 02 biasanya digunakan untuk pelat dinas Kopassus. Kendaraan mewah itu berkeliaran di jalanan ibukota dengan menggunakan plat nomor TNI. Orang yang mengerti soal penggunaan plat nomor mobil, tentu akan terkekeh-kekeh jika mendapati mobil mewah sejenis Porsche berkeliaran di jalanan dengan plat nomor TNI. Mana ada mobil dinas resmi milik TNI dari jenis kendaraan super mewah tersebut.
Bagi pemilik kendaraan tersebut, menggunakan plat nomor TNI hanya untuk gagah-gagahan atau menakut-nakuti petugas polisi lalu lintas di jalanan. Anggota polisi di lapangan, tentu sudah paham jika kendaraan yang menggunakan nopol TNI jenisnya sangat terbatas dan tak ada dari jenis mobil super mewah. Karena itu, jika polisi mendapatkan kendaraan sipil bernopol TNI di jalanan jangan segan-segan untuk melakukan tindakan. Sebab aksi mengganti plat nomor tersebut merupakan pelanggaran UU No 22 Tahun 2009.
Plat nomor adalah salah satu jenis identifikasi kendaraan bermotor. Plat nomor juga disebut plat registrasi kendaraan, atau di Amerika Serikat dikenal sebagai plat izin (license plate). Bentuknya berupa potongan plat logam atau plastik yang dipasang pada kendaraan bermotor sebagai identifikasi resmi. Biasanya plat nomor jumlahnya sepasang, untuk dipasang di depan dan belakang kendaraan. Namun ada jurisdiksi tertentu atau jenis kendaraan tertentu yang hanya membutuhkan satu plat nomor, biasanya untuk dipasang di bagian belakang. Plat nomor memiliki nomor seri yakni susunan huruf dan angka yang dikhususkan bagi kendaraan tersebut. Nomor ini di Indonesia disebut nomor polisi, dan biasa dipadukan dengan informasi lain mengenai kendaraan bersangkutan, seperti warna, merk, model, tahun pembuatan, nomor identifikasi kendaraan atau VIN dan tentu saja nama dan alamat pemilikinya.
Semua data ini juga tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau STNK yang merupakan surat bukti bahwa nomor polisi itu memang ditetapkan bagi kendaraan tersebut. Karena wujudnya yang spesifik, plat nomor juga digunakan sebagai identifikasi kendaraan oleh banyak lembaga, seperti kepolisian, perusahaan asuransi mobil, bengkel, tempat parkir, dan juga armada kendaraan bermotor. Di beberapa wilayah jurisdiksi, plat nomor juga dipakai sebagai bukti bahwa kendaraan tersebut sudah memiliki ‘izin’ untuk beroperasi di jalan raya umum, atau juga sebagai bukti pembayaran pajak kendaraan bermotor.
Namun di beberapa negara, seperti Inggris misalnya, mobil selalu menggunakan plat nomor yang sama sejak saat pertama dijual hingga akhir masa operasinya, dengan pertimbangan semua informasi yang ada di plat nomor dan kendaraan bersangkutan juga tidak pernah berubah.
Sementara di tempat lain, seperti Amerika Serikat, plat nomor perlu diganti secara berkala yakni saat habis masa berlakunya, atau karena dijual atau berpindah tangan. Ini yang dikenal dengan kebijakan “plate-to-owner” atau plat nomor yang terkait dengan kepemilikan. Artinya, ketika mobil dijual, penjual harus melepas plat nomornya sementara pembeli harus meminta plat nomor baru dari pihak berwenang sesuai wilayah tempat tinggalnya dan mendaftarkan kembali atas namanya. Bila orang yang menjual mobil tersebut membeli mobil baru, ia dapat meminta agar plat nomornya yang lama dipasang di mobilnya yang baru. Bila tidak, ia harus mengembalikan plat nomor ke pihak berwenang, menghancurkannya, atau menyimpannya sebagai barang kenangan. []