Thursday , 21 November 2019
Home » Peristiwa » Mayat Tanpa Identitas, Diduga Mahasiswa yang Hilang

Mayat Tanpa Identitas, Diduga Mahasiswa yang Hilang

Proses evakuasi mayat di Sungai Cigeureuh, Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung, Kabupaten Bandung, Senin (2/1). (jabartoday/avila dwiputra)

JABARTODAY.COM – BANDUNG Sesosok mayat tanpa identitas ditemukan di Sungai Cigeureuh Wana Wisata Gunung Puntang, Desa Campakamulya, Kecamatan Cimaung Kabupaten Bandung, Senin (2/1), sekitar pukul 11.30.

Berdasarkan informasi, korban yang diduga bernama Deni, telah hilang di Sungai Cigereuh sejak sembilan bulan lalu. Sebab, menurut warga sekitar, tidak ada korban yang tenggelam di Sungai Cigeureuh, setelah korban menghilang.

Penggagas tim rescue Persaudaraan Gunung Puntang Indonesia (PGPI), Deni Sofian alias Onil mengatakan, penemuan mayat tersebut berawal dari informasi seseorang yang saat itu berkemah di kawasan Gunung Puntang. Pada saat itu, dirinya melihat sesosok mayat yang terhimpit di bebatuan. “Setelah mendapatkan laporan, kami langsung melakukan penyusuran untuk memastikan, ternyata benar ada mayat terhimpit di bebatuan Sungai Cigeureuh,” kata Onil, usai mengevakuasi korban.

Pihaknya menduga, mayat itu merupakan korban yang hilang sejak beberapa bulan lalu. Pasalnya, tidak ada korban lain yang mengalami hal serupa. Memang, sebelum kejadian itu, sempat ada yang terseret banjir, namun yang bersangkutan bisa menyelamatkan diri dan naik ke bebatuan besar. “Air suka datang tiba-tiba, pada musim penghujan,” ujarnya.

Saat ditemukan, kondisi mayat sudah tinggal tengkorak, tersisa kulit sedikit, kedua tangannya dan kaki sebelah kiri pun sudah tidak ada. Menyisakan kaki sebelah kanan, tubuh, dan kepala. “Kami melakukan evakuasi memakai batang kayu untuk mengangkat batu, supaya korban cepat terangkat. Namun, pas batu terangkat, tulang korban sudah rapuh sehingga terputus,” papar Onil.

Sementara itu, Kepala Polsek Cimaung Inspektur Satu Tri Wahyu Widodo membenarkan, adanya penemuan mayat tersebut. Melihat dari sepatu yang digunakan, korban berjenis kelamin laki-laki. “Ciri-ciri korban, memakai sepatu gunung yang masih menempel di kaki, celana jins warna hitam, dan sudah lusuh. Namun, saat korban ditemukan tidak memakai baju,” ungkap Tri.

Dirinya menduga, korban merupakan orang yang hilang beberapa bulan silam. Karena, sejak hilangnya Deni, pihaknya tidak menerima laporan adanya orang hilang. “Kami masih mencari barang bukti sepatu sebelah yang dibawa keluarga korban. Sebab, korban saat ini masih memakai sepatu sebelah kanan, berwarna coklat,” jelas Tri.

Saat ini, korban dibawa ke Rumah Sakit Hasan Sadikin untuk dilakukan visum. Pihak keluarga pun sudah dipanggil untuk memastikan apakah jenazah tersebut anaknya atau bukan. “Saat ini, korban hanya bisa dikenali keluarganya lewat sepatu yang dipakainya. Selebihnya, korban sudah tidak bisa dikenali, kecuali tes DNA,” tandas Tri. (vil)