Manulife Kelola Dana Pensiun Rp 11 Triliun

manulifeJABARTODAY.COM – BANDUNG –– Mencatat pertumbuhan menjadi opsi utama yang diusung para pelaku usaha dan bisnis. Hal itu pun dicanangkan lembaga-lembaga keuangan, termasuk yang bergerak dalam bidang asuransi. “Dalam dua tahun terakhir, kami mencatat pertumbuhan, khususnya, pada program DPLK (Dana Pensiun Lembaga Keuangan). Pertumbuhannya minimal 50 persen,” tandas Karjadi P, Vice Presiden Head of Employee Benefits Distribution Departement PT Asuransi Jiwa Manulife Indonesia, di Hotel Aston Braga Bandung, Selasa (6/5).

Otty, sapaan akrabnya, meneruskan, tahun ini pun, pihaknya mencanangkan pertumbuhan dana kelola program pesangon. Namun, apabila melihat perkembangan ekonomi, Otty memperkirakan, pertumbuhannya tidak seagresif dua tahun sebelumnya. “Tentunya, kami menginginkan adanya pertumbuhan. Tahun ini, kemungkinannya sedikit melambat karena berbagai hal dan perkembangan. Proyeksi kami, minimalnya 20-30 persen,” ucap dia.

Hingga akhir 2014, sebut dia, secara nasional, pihaknya mencatat dana kelola program pesangon sebesar Rp 990 miliar. Secara keseluruhan, ungkap dia, sejauh ini, total dana kelola mencapai Rp 11 triliun. Jumlah perusahaan yang menjadi klien pihaknya, sebut Otty, melebihi 9 ribu perusahaan. “Sedangkan pekerja yang tercatat sebagai klien kami sejumlah 500 ribu orang,” tuturnya.

Menurutnya, pihaknya menggulirkan program DPLK untuk membantu perusahaan-perusahaan dalam hal pembayaran pesangon bagi para pekerjanya. Dia berpendapat, hingga kini, masih banyak perusahaan yang belum melakukan pencadangan dana pesangon bagi karyawannya. “Bagi perusahaan yang tidak atau belum melakukan pencadangan dana pesangon, ini berpotensi memberatkan. Soalnya, bagi pekerja yang bekerja 25 tahun, berdasarkan aturan, pesangonnya 32 kali gaji. Apabila dalam 1 perusahaan terdapat 10 orang karyawan, yang bekerja melebihi 25 tahun, katakanlah, gajinya Rp 1 juta per orang setiap bulannya, berarti, perusahaan itu harus menyiapkan dana Rp 320 juta,” paparnya.

Karenanya, ucap dia, pihaknya terus melakukan edukasi bagi perusahaan-perusahaan supaya mereka melakukan persiapan dalam hal pencadangan dana pesangon bagi para karyawannya.

Tentang dana kelola di Bandung, Oey Tjun Seng, District Manager Manulife Financial Bandung, mengatakan, kontribusi Bandung Raya tetap menunjukkan hal positif. Sejauh ini, khusus program Employee Benefit atau pesangon, pihaknya mengelola dana sebesar Rp 20 miliar. “Ada perbedaan antara Bandung dan Jakarta. Untuk Bandung, lebih pada klien individu. Itu karena kantor pusat berbagai perusahaan lebih banyak berlokasi di Jakarta,” jelas Oey Tjun Seng. (ADR)

Related posts