Mandiri Lakukan Pendampingan TKI di Hongkong

mandiriJABARTODAY.COM – BANDUNG
Hingga kini, Indonesia merupakan salah satu negara pengekspor tenaga kerja terbesar di dunia. Para tenaga kerja Indonesia (TKI) tersebar di berbagai negara, antara lain, negara-negara kawasan ASEAN, semisa Malaysia, Singapura, kemudian Asia Timur, seperti Hong Kong, Taiwan, Korea, dan Jepang, serta Timur Tengah.

Namun, hal yang menjadi pertanyaan, bagaimana para TKI tersebut mengatur keuangannya pasca kembali ke Indonesia? Dasar itulah yang membuat PT Bank Mandiri Tbk menegakkan 3 pilar program Corporate Social Responsibility (CSR), yaitu edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan literasi keuangan.

“Di antara program CSR tersebut, satu di antaranya adalah Mandiri Sahabatku. Program itu paling banyak kami gulirkan di Hong Kong dan Korea,” tandas Senior Vice Presiden Corporate Secretary Group PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Rohan Hafas, pada sela-sela pelaksanaan Corporate Social Responsibility (CSR) PT Bank Mandiri di Desa Balonggandu, Kecamatan Rajasari, Kabupaten Karawang, belum lama ini.

Program tersebut, terang dia, peruntukannya khusus bagi para TKI. Bentuknya, ungkap dia, berupa pendidikan, pelatihan, dan pendampingan, semisal kursus, bagi para TKI. Aktivitas tersebut, tuturnya, berlangsung rutin. Program tersebut, jelasnya, dapat menjadi sebuah pembekalan bagi para TKI untuk mengatur dan memanfaatkan keuangannya pasca kembali ke tanah air.

Berkenaan dengan program CSR lainnya, kata Rohan, yaitu berupa Mandiri Bersama Mandiri. Bentuknya, kata dia, hampir sama dengan program di Hong Kong, yaitu memberi pendidikan, pelatihan, dan pendampingan bagi para pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Program tersebut, tukasnya, berlangsung di beberapa kota besar, yaitu Medan, Bengkulu, Denpasar, dan Gorontalo.

Program CSR bagi pelaku UMKM itu pun, sahut dia, menyentuh sektor agrobisnis. Salah satu buktinya, seru dia, pihaknya melakukan pendidikan, pelatihan, dan pendampingan bagi para petani jamur merang di Desa Balonggandu, Kecamatan Rajasari, Kabupaten Karawang. “Kalau bicara nilai CSR untuk agro, secara total nilainya besar. Angkanya dapat mencapai triliunan rupiah karena setiap tahun, anggaran CSR kami senilai Rp 400 miliar,” ungkap Rohan.

Iman Gunawan, Kepala PT Bank Mandiri Bandung Kantor Wilayah Bandung, yang membawahkan area Jabar, menambahkan, program Mandiri Bersama Mandiri menjadi momentum pembangunan roda perekonomian sehingga menjadi penopang ekonomi nasional. “Program ini sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal, termasuk Karawang. Mengapa Karawang? Itu karena. Karawang terkenal sebagai lumbung beras Jabar. Tidak itu saja, Karawang pun Juga punya potensi besar lainnya dalam bidang agro, satu di antaranya, jamur merang,” paparnya..

Agar lebih efektif, tegas dia, pihaknya berkeinginan untuk membangun dan meningkatkan kapasitas infrastruktur CSR. Harapannya, cerus dia, pihaknya membangun infrastruktur rantai perdagangannya. Khusus jamur merang, beber Iman, pihaknya mendirikan demonstrasi plot, lumbung jamur merang, dan menyusun standar operasional prosdir (SOP) sehingga dapat meningkatkan produktivitas para petani, sekaligus menaikkan kualitas produk. (ADR)

Related posts