Leuweung Sabilulungan Tangani Lahan Kritis

  • Whatsapp
Bupati Dadang Naser meninjau penghijauan di Hulu Citarum. (HUMAS PEMKAB BANDUNG)

JABARTODAY.COM – BANDUNG

 

Pengendalian secara vegetatif merupakan salah satu langkah yang ditempuh Pemkab Bandung dalam mengatasi persoalan lahan kritis. Kebijakan tersebut mesti dilakukan mengingat Kabupaten Bandung memiliki lahan kritis yang cukup luas sekitar 22.076,68 Ha.

 

Dalam penanganan lima tahun pertama (2011-2015), Pemkab Bandung akan menangani lahan kritis seluas 11.870,57 Ha. Lahan seluas itu, masing-masing berada di Kecamatan Nagreg (673 Ha), Cicalengka (423 Ha), Cikancung (1.192 Ha), Paseh (806 Ha), Ibun (221,52 Ha), Cilengkrang (360,67 Ha), Cileunyi (393 Ha), Cimenyan (1.028,50 Ha), Kertasari (315,80 Ha), Pacet (1.020 Ha), Ciparay (407 Ha), Baleendah (388 Ha), Arjasari (245 Ha), Banjaran (358,38 Ha), Cimaung (211 Ha), Pangalengan (2.033,22 Ha), Rancabali (64 Ha), Soreang (158 Ha), Pasirjambu (175 Ha), Ciwidey (331 Ha), Kutawaringin (414 Ha), Margaasih (2 Ha) dan Kecamatan Cangkuang (593 Ha).

Data yang diperoleh dari Dinas Pertanian, Kehutanan dan Perkebunan (Distanhutbun) Kabupaten Bandung, mengungkapkan selama tahun 2012 telah ditanam sebanyak 3.828.200 batang tanaman kayu diatas lahan seluas 7.676,23 Ha. Sedangkan tanaman buah-buahan ditanam sebanyak ± 23.700 Batang.

 

Seperti halnya di Blok Pasirmunding Desa Cibeureum Kecamatan Kertasari, Pemkab Bandung akhir Desember 2012 lalu telah menanam sedikitnya 21 ribu batang tanaman kayu dan buah-buahan diatas lahan ± 52 Ha. Tanaman kayu yang ditanam diantaranya Kaliandra, Suren, Kopi, Kayu Putih, Jeruk dan Alpukat. “Tanaman jenis ini akan tumbuh baik diatas ketinggian 1000 meter,” ucap Kepala Distanhutbun Kabupaten Bandung Tisna Umaran.

 

Tanpa mengesampingkan lahan kritis di daerah lainnya, penanganan lahan kritis di Kecamatan Kertasari menjadi prioritas Pemerintah Kabupaten Bandung. Hal ini perlu dilakukan, mengingat di wilayah ini terdapat hulu sungai Citarum yang keberadaannya sangat dinantikan oleh jutaan penduduk Jawa Barat.

 

“Jika lahan kritis di Kertasari tidak segera ditangani, maka akan mengakibatkan sedimentasi yang demikian tinggi di aliran sungai Citarum, untuk itu saya sangat memprioritaskan penanganan lahan kritis di daerah ini,” ucap Bupati Bandung Dadang M Naser.

 

Bukti keseriusan Pemkab Bandung dalam penanganan lahan kritis di hulu sungai Citarum, dilakukan pula kegiatan Kemah Kerja Penghijauan yang dipusatkan di areal Situ Cisanti Desa Tarumanagara Kecamatan Kertasari mulai 26 s/d 29 Desember 2012. Dalam kegiatan tersebut, Bupati Bandung menyempatkan ikut menginap satu malam dalam sebuah tenda yang telah disiapkan panitia. Kemah Kerja Penghijauan melibatkan satuan TNI/Polri, LSM, organisasi pemuda dan masyarakat, Dinas/Instansi serta warga setempat.

 

Masih dalam kaitan pengendalian secara vegetatif, mulai tahun 2013 Bupati Dadang akan memulai pembuatan “Leuweung Sabilulungan” di masing-masing kecamatan yang memiliki areal lahan kritis. Menurutnya, minimal dalam satu kecamatan terdapat satu hektare “Leuweung Sabilulungan” yang pemeliharaannya bisa dilakukan secara bersama-sama antara aparat, masyarakat dan pengiat lingkungan.(HUMAS PEMKAB BANDUNG)

Berita Terkait